oleh

Kepala BNPB Semangati Anak-anak Terdampak Gempa yang Sekolah di Tenda Pengungsian

-Bencana-438 views

AMBON – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo disela-sela meninjau penanganan tanggap darurat terhadap para pengungsi di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (9/10/2019), juga menyempatkan waktu menyemangati anak-anak terdampak gempa.

Para pengungsi merupakan korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi Kamis (26/9/2019) lalu.

TINJAU SEKOLAH DI PENGUNGSIAN – Kepala BNPB, Doni Monardo meninjau proses belajar mengajar di SDN 1 Negeri Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (9/10/2019).

Doni yang didampingi Wagub Barnabas Orno, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua dan Kepala BPBD Provinsi Maluku Farida Salampessy itu meninjau para pengungsi yang berada di Negeri Oma, Negeri Haruku, Negeri Rohomoni dan Negeri Kailolo.

Saat berada di Negeri Oma, Doni meninjau langsung proses belajar mengajar di SDN 1 Oma dan SDN 2 Oma. Kedua sekolah tersebut sejak Senin (7/10/2019) telah menyelanggarakan kembali proses belajar mengajar di dalam tenda-tenda pengungsian. Sebelumnya selama sepekan pasca gempa bumi mengguncang, aktivitas belajar mengajar lumpuh total.

TINJAU SEKOLAH DI PENGUNGSIAN – Kepala BNPB, Doni Monardo meninjau proses belajar mengajar di SDN 1 Negeri Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (9/10/2019).

Ia meminta anak-anak tersebut untuk terus belajar guna mengejar cita-cita. Selain itu, ia juga meminta anak-anak tidak perlu takut dengan kondisi saat ini.

“Jangan takut karena gempa ini akan segera berakhir. Anak-anak harus terus belajar meskipun dilakukan di tenda-tenda penampungan sementara,” kata Doni.

TINJAU SEKOLAH DI PENGUNGSIAN – Kepala BNPB, Doni Monardo meninjau proses belajar mengajar di SDN 2 Negeri Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (9/10/2019).

Makanya, dia meminta anak-anak di Maluku termasuk yang saat ini belajar di posko induk BNPB harus tetap ceria dan tidak trauma dengan gempa, karena bencana ini akan segera berlalu dan mereka harus tetap belajar untuk mengejar cita-cita.

Ia juga mengingatkan anak-anak untuk segera berlari ke daerah yang tinggi jika terjadi gempa besar, atau bersembunyi di bawah meja agar tidak menjadi korban.

Selain menemui para siswa SDN 1 Oma dan SDN 2 Oma, Doni juga meninjau program pemulihan trauma yang dilakukan secara personel Tagana di kamp pengungsian Universitas Darussalam, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. (MT-03)

Komentar

News Feed