Sekilas Info

Juni 2020, BPS: Ambon Inflasi 0,43 Persen

Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi

AMBON – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat pada Juni 2020 terjadi inflasi di Kota Ambon sebesar 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)  dari 105,66 pada Mei 2020 menjadi 106,11 pada Juni 2020.

“Inflasi Tahun Kalender Kota Ambon tercatat sebesar 0,65 persen dan inflasi Tahun ke Tahun tercatat sebesar 0,54 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima malukuterkini.com, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, 10 komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota  Ambon  pada Juni 2020  diantaranya  adalah  cabai  rawit  (0,0357%), bawang  merah  (0,0943%), ikan tongkol  (0,0896%), biaya  jaringan  saluran TV (0,0602%), ikan  layang (0,0530%),  ikan selar (0,0503%), wortel (0,0351%), bayam  (0,0351%), cabai  merah  (0,0327%), dan sabun  detergen  bubuk (0,0288%).

“Sedangkan 10 komoditas utama yang mengalami penurunanharga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon  adalah angkutan  udara(-0,2603%), bawang  putih  (-0,0889%), ikan cakalang diawetkan (-0,0489%), kangkung (-0,0469%), kentang (-0,0260%), ikan cakalang (-0,0214%), telur ayam ras  (-0,0214%), bawang Bombay (-0,0182%), tomat(-0,0163%), dan tariff air minum pikulan (-0,0152%),” ungkapnya.

Ia merincikan, inflasi yang terjadi di Kota Ambon pada Juni 2020 disumbangkan 6 kelompok  pengeluaran  yang  mengalami kenaikan indeks,  diantaranya  tertinggi oleh kelompok  makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,70 persen; diikuti kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan  sebesar 0,95  persen;  kelompok  perlengkapan,  peralatan  dan  pemeliharaan  rutin  rumah  tangga  sebesar  0,85  persen; kelompok kesehatan 0,37 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen; serta kelompok perawatan pribadi  dan  jasa  lainnya  sebesar  0,16  persen.

“Kelompok  pengeluaran  yang  mengalami deflasi,  yaitu kelompok transportasi sebesar 1,86 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen. Kelompok pendidikan, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran,sertakelompok rekreasi, olahraga, dan budaya cenderung stabil pada Juni 2020," rincinya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!