Sekilas Info

Teken PK 2021, Ini Instruksi Gubernur Maluku

AMBON - Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menandatangani Perjanjian Kerja (PK) tahun 2021.

Penandatangan berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Senin (18/1/2021) disaksikan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail dan Sekda Maluku, Kasrul Selang, dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi Pembangunan tahun 2020.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh UPT dan cabang dinas di seluruh Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar melakukan penandatanganan perjanjian kinerja di tingkat OPD masing-masing antara eselon III dan eselon II dan antara eselon IV dengan eselon III.

“Saya instruksikan kepada pimpinan OPD untuk melakukan penyesuaian dokumen perencanaan terutama pada indikator dan sasaran rencana strategis atau yang harus disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024,” tandasnya.

Gubernur mangatakan tahun 2019 dan 2020 adalah dua tahun kepemimpinan dirinya yang telah dilalui dengan hasil yang cukup baik.

“Bukti hasil baik ini dapat dilihat dari rata-rata hasil indeks penyelenggaraan Pemprov Maluku tahun 2019/ 2020 yaitu:

Pertama, opini laporan keuangan tahun 2019 yaitu Wajar Dengan Pengecualiaan (WDP) dan meningkat tahun 2020 dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kedua, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) masih tetap memperoleh hasil dengan kategori tinggi atau baik.

Ketiga, prestasi kerja pemerintah daerah dengan hasil baik ini dibuktikan dengan hasil Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019, meraih nilai CC atau cukup memadai dan meningkat tahun 2020 dengan nilai B atau Baik.

Keempat, indeks pembangunan manusia tahun 2020 dengan capaian rata-rata 69,45 atau kategori cukup.

Kelima, indeks reformasi birokrasi tahun 2020 dengan capaian rata-rata 'CC' atau cukup memadai.

Keenam, indeks gini rasio tahun 2020 dengan capaian 0,320 atau kategori ketimpangan rendah.

"Atas keberhasilan ini saya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan keberhasilan ini hendaknya dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun 2021 ini. Tahun 2020 kita telah melakukan  refocusing untuk penanganan Covid-19 di Maluku," tandas Gubernur.

Gubernur menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap realisasi pelaksanaan APBD Provinsi Maluku tahun 2020 sebesar Rp 2,9 triliun atau 75, 34% dari total APBD Rp 3,8 triliun, sedangkan realisasi APBN tahun 2020 di Provinsi Maluku mencapai Rp 9,9 triliun atau 94,06 % dari total APBN Rp 10,6 triliun.

Gubernur berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melakukan penilaian terhadap berbagai keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan tugas aparatur dan juga sebagai dasar  untuk memberikan sanksi jika terbukti. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!