Jelang PON XX/2021, Pecatur Maluku Berlatih di Jakarta

AMBON – Pecatur Maluku, Master Nasional (MN) M Ishak Rianjar saat ini berlatih di Jakarta menjelan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021-Papua.
“Terhitung Senin (21/6/2021), pecatur Maluku Ishak Rianjar mulai berlatih di Jakarta dibawah bimbingan instruktur pelatih Hendry Jamal,” ungkap Pelatih Catur Pelatda Maluku, Mustafa Kamal kepada malukuterkini.com, Senin (21/6/2021).
Dikatakan, proses latihan berlangsung di Wisma Catur KONI DKI Jakarta.
“Instruktur pelatih Hendry Jamal juga menangani tim DKI Jakarta, namun pada PON XX/2021-Papua itu mereka hanya tampil di nomor beregu, sementara di nomor perorangan mereka tak ikut. Olehya itu, instruktur pelatih Hendry Jamal bersedia melatih Ishak Rianjar guna memantapkan kemampuan,” katanya.
Proses latihan tersebut, jelas Mustafa Kamal, akan berlangsung selama sebulan, namun nantinya akan dievaluasi hasilnya dan ada kemungkinan ditambah sebulan lagi.
“Rencana kita itu pelatihan ini berlangsung selama sebulan, namun nantinya akan dievaluasi hasilnya dan ada kemungkinan ditambah sebulan lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses latihan berlangsung selama 4 hari dalam seminggu.
“Proses latihan berlangsung selama 4 hari dalam seminggu. Jadi hanya di hari Senin, Selasa, Jumat dan Sabtu. Itu dalam sehari pelatihan berlangsung selama 4 jam. Nantinya di hari minggu itu program uji tanding dengan pecatur-pecatur handal di DKI Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Humas KONI Provinsi Maluku, Izaac Tulalessy mengatakan, KONI berharap MN Ishak Rianjar dapat mengikuti proses latihan yang sementara dijalani dengan baik guna mengasah lagi kemampuannya.
“Keberhasilan Ishak Rianjar menempati peringkat 19 Turnamen Catur Indonesia Master ditambah pengalaman berlatih bersama instruktur pelatih Hendry Jamal tentu akan memantapkan kemampuannya,” kata Izaac.
Sebagaimana diketahui, di ajang PON XX/2021 mendatang, ia akan bersaing dengan 9 pecatur lainnya yang akan tampil di nomor perorangan yaitu Okto Dami (Bali), M Kafi Maulana (Yogyakarta), Arif Abdul Hafiz (Jawa Barat), Tirto (Jawa Tengah), Nurdin Simanjuntak (Kepulauan Riau), Miftahurrahman (Nusa Tenggara Barat), Muhammad Johan (Sulawesi Barat), Ruby Tumono (Sumatera Barat) dan MI Josep Taher (Papua). (MT-04)
Komentar