Sekilas Info

Pasca Gempa M 7,4 di MBD, BMKG Catat 6 Kali Susulan

Ilustrasi

AMBON, MalukuTerkini.com – Pasca Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 7,4 terjadi di kawasan Laut Banda, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku. Kamis (30/12/2021) pukul 03.25 WIT, BMKG mencatat ada 6 kali gempa susulan.

Hingga Kamis (30/12/2021) pukul 05.32 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.2.

Keenam aktivitas gempa susulan tersebut, terjadi pada pukul 04.21 WIT berkekuatan M 5,2; disusul M 4,3 pukul 04.40 WIT; M 4,9 pukul 04.53 WIT; M 4,7 pukul 04.56 WIT; M 4,3 pukul 05.28 WIT dan M 5,2 pukul 05.32 WIT.

Sebagaimana diketahui, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M7,3.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,68° LS ;127,55° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Kota Tiakur, Kabupaten MBD, Provinsi Maluku pada kedalaman 183 km,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Kamis (30/12/2021).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, jelas Bambang, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya subduksi Lempeng Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya.

Dikatakan, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tiakur V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), Tepa IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Saumlaki IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, Sumba III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.  (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!