Sekilas Info

Tersangka Kasus CBP Tual Tunggu Gelar Perkara di Bareskrim

AMBON, MalukuTerkini.com - Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kota Tual tunggu pelaksanaan gelar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hal ini disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Harold Huwae kepada malukuterkini.com di ruang kerjanya, Senin (10/1/2022).

Diakuinya, kasus ini berkaitan dengan indikasi keterlibatan kepala daerah sehingga gelar perkara ini dilakukan di Bareskrim.

Kasus yang diduga merugikan negara senilai Rp 1,8 miliar ini akan dituntaskan.

"Saya baru saja menjabat. Tetapi untuk CBP Tual itu sudah diproses. Kita sudah menyurat ke Bareskrim. Kasusnya harus di gelar di Bareskrim karena itu kan ada indikasi kepala daerah sehingga untuk penetapan tersangka kita menunggu setelah gelar di sana. Sudah bersurat  dan sekarang kita menunggu waktu saja untuk gelar," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi beras ini dilaporkan masyarakat, yaitu Hamid Rahayaan (Plt Wali Kota Tual) dan warga Tual Dedy Lesmana kepada Bareskrim Polri.

Proses ini berjalan pasca dilaporkan  oleh masyarakat  setelah menemukan sebanyak 199.920 kg beras yang telah didistribusikan kala itu, tidak pernah sampai ke tangan masyarakat. Perkara ini dilaporkan pada tahun 2018.

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan Bareskrim, perkara ini kemudian dilimpahkan untuk ditangani lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku pada Bulan Maret 2019.

Hasil perhitungan yang dilakukan BPKP Maluku, terhadap kerugian negara akibat pendistribusian CBP ini senilai Rp1,8 miliar. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!