Sekilas Info

Tokoh Adat 4 Negeri di Malteng Sikapi Sitkamtibmas

AMBON, MalukuTerkini.com - Menyikapi situasi Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sekaligus  meredam situasi pasca aksi ricuh selesai perhitungan suara di KPU Malteng, tokoh adat dari Negeri Amahai, Rutah, Sepa dan Tamilouw menggelar pertemuan bersama.

Pertemuan ini pasca kejadian yang berimbas pada aksi palang jalan antar ke empat negeri adat tersebut.

Pelaksanaan pertemuan ini berlangsung, Kamis (28/3/2024) dipusatkan di Balai Kantor Negeri Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Malteng.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Latupati Malteng Muhammad Jen Amahoru, Wakapolsek Amahai Iptu Yongki Silawane, Raja Negeri Tamilouw Sukardi Tomagola,  Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Rutah Efendi R Latuconsina, Sekretaris Pemerintah Negeri Sepa Abdullah Sopalattu dan Saniri Negeri Amahai Sernik Lernaya.

Wakil Ketua Latupati Malteng  Muhammad Jen Amahoru dalam imbauannya mengajak warga untuk bersama menjaga dan pertahankan kerukunan hidup orang basudara negeri-negeri adat yang berada di Kecamatan Amahai ini supaya tetap aman dan damai.

"Apabila ada permasalahan antar negeri di Kecamatan Amahai mari kita sebgai tokoh di negeri secepatnya dapat menyelesaikan dengan baik dan tuntas agar tidak berlarut larut sehingga dapat berimbas ke arah yang lebih besar," tandasnya.

Menurutnya, pasca aksi ricuh yang berimbas pada aksi palang jalan karena itu pererat kembali hubungan silahturahmi yang harmonis dantoleransi antar umat beragama karena saat ini telah memasuki perayaan paskah  dan kedepan kita akan merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1445 H. Semoga dapat berjalan dengan aman dan damai.

"Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada segenap Raja-raja dan saniri  atau staf negeri atas peranan yang suadah dilakukan selama ini demi negeri yang aman damai dan rukun," ungkapnya.

Sementara itu Wakapolsek Amahai Iptu Yongki Silawane, berharap masalah salah paham yang berujung pada aksi palang jalan baik antara Amahai dan Tamilouw maupun Rutah dengan Sepa beberapa waktu lalu hendakya dijadikan sebagai pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.

“Kami merespon baik negeri-negeri yang langsung cepat dalam menanggapi permasalahan tersebut sehingga kejadian tersebut tidak berlarut larut dan berimbas pada aksi yang lebih besar,” ujarnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!