1. Beranda
  2. Keamanan

Kodam Pattimura Latihan Gultor di Bandara Pattimura

Oleh ,

AMBON, MalukuTerkini.com - Kodam XV/Pattimura kembali menggelar Latihan Penanggulangan Terorisme (Gultor) yang bertempat di Bandara Pattimura Ambon, Senin (21/7/2025).

Latihan gabungan ini digelar gunna menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya terhadap objek vital nasional,

Latihan melibatkan personel dari berbagai satuan jajaran Kodam XV/Pattimura, antara lain Yonif 733/Masariku, Denkav 5/BLC, Denzipur 5/CMG, Pomdam XV/Pattimura, Kesdam XV/Pattimura dan Kodim 1504/Ambon.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Pattimura Ambon dan berbagai stakeholder lainnya, yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan simulasi penanggulangan ancaman terorisme di lingkungan transportasi udara.

Dengan mengambil lokasi utama di area Gedung VIP dan Apron VIP, latihan tersebut dilaksanakan dengan berbagai materi, mulai dari pembebasan tawanan meliputi materi tehnik Infiltrasi, raid pembebasan sandera di dalam pesawat, eksfiltrasi menuju basis operasi. Kemudian penjinakan bahan peledak, meliputi materi sterilisasi, indentifikasi, evakuasi dan Disposal yang dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan presisi tinggi.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo mengapresiasi dan menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dan peningkatan kemampuan operasional satuan dalam menghadapi dinamika ancaman non-konvensional yang semakin kompleks dan tidak terduga.

"Latihan Gultor ini sangat penting untuk melatih kecepatan reaksi, ketepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan teknis prajurit dalam mengatasi potensi gangguan keamanan, khususnya di objek vital nasional seperti bandara. Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam membangun postur pertahanan yang andal dan responsif," ungkap alumni Akademi Militer (Akmil) 1996 ini.

Pangdam menegaskan latihan ini bukan hanya menitikberatkan pada aspek teknis dan taktis militer semata, namun juga menjadi media untuk membangun sinergi antara TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam sistem pengamanan nasional, termasuk unsur sipil, aparat keamanan lainnya, serta pengelola fasilitas publik. (MT-03)

Berita Lainnya