AMBON, MalukuTerkini.com – Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengingatkan warga untuk mewaspadai adanya potensi banjir pesisir (rob) di wilayah Maluku.

Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun Mateorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, adanya fenomena Fase Bulan Purnama pada 7 September 2025 dan Perigee pada 10 September 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Maluku, diantaranya Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kei, Pesisir Kepulauan Aru dan Pesisir Kepulauan Tanimbar,” jelasnya.

Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini, kata Mujahidin, berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah.

“Secara umum wilayah maluku berpotensi mengalami banjir rob pada periode 3 – 17 September 2025,” katanya.

Menurutnya, potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan aktivitas di pemukiman pesisir.

“Masyarakat diimbau agar tidak panik serta selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” ungkapnya. (MT-06)