AMBON, MalukuTerkini.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Lao, langsung merespons viralnya video sejumlah siswa SD di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan yang setiap harinya harus berenang pergi maupun pulang ke sekolah.

Bahkan terkadang para guru harus menggendong satu per satu siswa agar selamat melewati arus sungai yang deras.

Dalam rekaman yang menyentuh banyak hati masyarakat itu, tampak para siswa pulang dan pergi sekolah dengan kondisi basah dan berlumpur karena harus melintasi sungai tanpa fasilitas penyeberangan yang memadai. Video tersebut mendapat respons cepat dari publik dan menjadi perhatian luas di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sherly dalam postingan di instragram pribadinya @s_tjo, Jumat (21/11/20215) memastikan akan membangun jembatan gantung tepat di titik penyeberangan yang setiap hari dilalui anak-anak. Pembangunan dijadwalkan dimulai pada Desember 2025 ini.

Sherly juga berencana melakukan kunjungan jika pembangunan jembatan telah selesai padadi bulan Januari 2026 mendatang.

“Adek-adek, maaf ya selama ini nyebrang ke sekolahnya basah. Ibu akan bangunkan jembatan gantung di bulan Desember ini bersama Kakak-kakak Vertikal Rescue Indonesia. Mudah-mudahan akhir Januari 2026 ke sekolahnya sudah nggak basah lagi. Kirim peluk jauh… nanti Ibu ke sana jumpa kalian ketika jembatan gantungnya sudah jadi ya,” tulis

Gubernur Sherly juga mengajak warga yang mengalami kendala serupa untuk mengisi formulir pendataan resmi melalui tautan: http://bit.ly/JembatanSekolah agar dapat dibangun sekaligus karena banyak orang baik yang menyumbang.

Sherly menegaskan laporan warga akan menjadi dasar, serta menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan dengan bekerja sama dan melibatkan Vertikal Rescue Indonesia dalam kolaborasi infrastruktur akses pendidikan tersebut.

“Kami sudah melakukan survei ke lapangan & Lama pembangunan jembatan sekitar 1 bulan, panjang jembatan 70 meter, dan masa kerja jembatan sekitar 2–3 minggu,” ujar Tedi dari Vertikal Rescue Indonesia.

Ia berharap jembatan yang direncanakan dapat selesai dan digunakan pada Januari 2026, sehingga anak-anak Desa Bobo tak lagi harus mempertaruhkan keselamatan untuk berangkat sekolah. (MT-01)