AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku, Saiful Sahri menghadiri Natal Kristus yang digelar Keluarga Besar Lapas Kelas IIA Ambon, Selasa (9/12/2025).
Perayaan Natal dirayakan seluruh warga binaan bersama keluarga dan pegawai dipusatkan di Aula Lapas Ambon dibawah sorotan tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Kita Semua”.
Dalam sambutannya, Kakanwil Hukum Maluku Saiful Sahri memotivasi seluruh warga binaan Lapas Kelas IIA Ambon.
Saiful yang juga mantan Kepala Lapas kelas IIA Ambon mengajak seluruh warga binaan menjadi agen Kristus yang baik.
“Kepada saudara-saudara warga binaan hari ini sekitar 350 orang lebih, saya ingin berpesan: jadilah agen-agen Kristus yang baik. Saudara ada di sini bukan kebetulan. Tuhan sedang mengatur sesuatu dalam hidupmu. Karena itu, jalani hidup dengan bersyukur. Jalani hidup dengan rendah hati. Banyak orang diuji Tuhan saat masih kuat dan sehat, tetapi banyak juga diuji Tuhan saat sudah berada di dalam peti. Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk bertobat. Tidak ada manusia di muka bumi yang tidak berdosa,” ungkapnya.
Saiful mengatakan, Tuhan lebih bangga kepada orang berdosa yang datang dengan rendah hati meminta ampun, daripada orang yang ibadahnya tinggi tetapi penuh pamer dan riak.
Saiful menceritakan kisah perjalanan karier dimulai dari bawah dan berawal juga dari Lapas Kelas IIA Ambon.
Olehnya itu, melayanilah dengan sepenuh hati dan melayani dengan sungguh-sungguh.
“Kita harus yakin bahwa Tuhan selalu punya rencana dalam kehidupan kita. Kita mungkin berpikir satu tambah satu itu dua, tetapi bagi Tuhan hasilnya bisa seratus, bisa seribu, bahkan bisa tak berangka. Atau justru bisa menjadi nol ketika kita tidak ikhlas. Karena itu saya katakan, ikhlas itu mahal. Namun justru itulah yang harus kita lakukan dalam melayani anak-anak di dalam, warga binaan kita. Di sanalah ladang pelayanan kita. Saya ini besar di sini. Mulai dari staf, kemudian Kepala Lapas, sampai akhirnya Kadiv Pemasyarakatan di Maluku. Saya mengenal delapan belas unit pemasyarakatan di Maluku, urat merahnya di mana, urat birunya di mana, saya tahu. Hari ini, Tuhan antar saya menjadi Kakanwil Hukum. Saya percaya, ada banyak orang dipakai Tuhan untuk menghadirkan rencana-Nya dalam hidup kita,” jelasnya.
Saiful mengajak, agar warga binaan harus yakin bahwa doa memang tidak kelihatan, tapi terasa dalam hidup.

“Apa gunanya jabatan tinggi kalau berjalan dengan pongah dan sombong? Orang sulit datang mengadu, bahkan buang muka seperti patung. Jangan lihat warga binaan dengan ekor mata. Saya pesan sungguh-sungguh: lihat mereka dengan hati dan jiwa yang penuh. Andaikan saudara berada di posisi mereka, kepada siapa lagi mereka mau berharap uluran tangan kalau bukan kepada kita? Tapi intinya satu jika saudara tidak melaksanakan amanah di pundak saudara dengan baik, kalau saudara tidak melayani anak-anak di dalam sebagai ladang amal, Tuhan pun tidak akan memberikan yang benar-benar baik bagi saudara. Ingat, ada banyak rahasia hidup yang kita tidak tahu,” tandasnya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan