AMBON, MalukuTerkini.com – Keluarga Besar Lapas Kelas IIA Ambon merayakan Natal Kristus, Selasa (9/12/2025).
Perayaan Natal dirayakan seluruh warga binaan bersama keluarga dan pegawai dipusatkan di Aula Lapas Ambon dibawah sorotan tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Kita Semua”.
Suasana sukacita bercampur haru bersama seluruh warga binaan dan keluarga dihiasi dengan persembahan pujian, spontanitas dari warga binaan.

Pendeta Yanes Laurenz dalam khotbahnya yang Lukas 2 mengaku ayat Alkitab tersebut membawa dua pesan yaitu Allah yang hidup, sedangkan Kelahiran Yesus di Yerusalem.
“Bila seseorang memahami terlebih dahulu makna Allah yang hidup, maka ia akan melihat bahwa inilah penyataan Allah yang sangat kaya sejak awal penciptaan. Sejak dunia dijadikan, Allah yang hidup selalu menuntun manusia sebagai kompas hidup, berbeda dengan apa yang disebut “Allah yang mati”, yang tidak memiliki kuasa apa-apa. Karena itu, peristiwa kelahiran Yesus adalah karya Allah yang hidup, sebab tidak ada kehidupan apa pun yang tidak dimulai dari kelahiran,” ungkapnya.
Dijelaskan, Allah yang hidup adalah Allah yang terus bekerja dalam setiap peristiwa kehidupan. “Tidak ada sesuatu pun yang luput dari perhatian-Nya. Bahkan sekalipun seseorang berada tiga tahun, lima tahun, atau bertahun-tahun dalam penjara, Allah tetap bekerja melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia. Olehnya itu, karya Allah yang hidup itu senantiasa menampakkan diri, meskipun sering kali tidak mengikuti urutan yang dapat kita pahami. Seperti yang disaksikan Rasul Paulus, Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya,” jelasnya.

Ia mengatakan, tidak ada satu pun kisah hidup manusia dalam sejarah yang bebas dari apa yang dapat disebut sebagai pengalaman, proses, dan tempaan yang membentuk pribadi seseorang.
“Bahkan tokoh-tokoh besar dalam sejarah pun tidak pernah lepas dari proses tersebut. Kita telah merenungkan tentang Allah yang hidup. kasih Allah kasih yang tidak berkesudahan, kasih itu sampai habis, kasih Allah tidak setengah-setengah. Ia memberikan yang terbaik, bahkan sampai selesai dan tuntas, kasih itu tidak pamit, kasih Allah tidak pergi meninggalkan kita. Ia tidak undur, tidak menghilang, dan tidak menyisakan ruang bagi keraguan, kasih itu tidak menyesal: apa yang Allah kerjakan, Ia kerjakan dengan kesempurnaan. Tidak ada satu pun karya-Nya yang menjadi penyesalan bagi-Nya. Dengan doa, di mana pun kita berada apa pun risiko kehidupan Allah selalu memberikan yang terbaik. Bukan karena hidup kita selalu mudah, tetapi karena Ia adalah Allah yang menyertai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman dalam sambutannya mengatakan, momentum Natal tahun ini dapat mengingatkan untuk senantiasa bersyukur, bersatu hati, dan saling menopang satu sama lain.

“Dalam kebersamaan yang dibangun di tengah perbedaan, biarlah menemukan kekuatan yang mempersatukan dan meneguhkan semua. Melalui perayaan Natal bersama Keluarga Besar Lapas Kelas IIA Ambon, kita berharap dapat melahirkan energi positif mengenai moderasi beragama di lingkungan Lapas, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari antara sesama saudara, sesama rekan, serta dalam penghargaan terhadap hakikat keberagaman. Kiranya Natal ini menjadi benteng penguatan toleransi dan sarana untuk terus mensyukuri berkat Tuhan,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku yang telah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku pada tahun 2024, khususnya dalam pelayanan pembinaan bagi warga binaan yang beragama Kristen Protestan, yang sebagian besar adalah warga Gereja GPM dan juga Paroki Poka untuk umat Katolik.
Turut hadir, Kakanwil Ditjen Pemasyaratakan Maluku diwakili oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarkatan Maluku Catherian V Picauly, Kakanwil Kementerian Hkum Maluku Saiful Sahri, para kepala UPT Pemasyarakatan, forkopimcam Baguala, keluarga dan tamu undangan lainnya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan