AMBON,  MalukuTerkini.com – Menjelang perayaan Natal Kristus 2025 dan Tahun Baru 2026, Komisi II DPRD Provinsi Maluku meminta PT PLN (Persero), untuk meningkatkan jam operasional listrik di berbagai pulau-pulau terpencil di Maluku.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi II Anos Yeremias kepada wartwan  di DPRD Maluku, Rabu (10/12/2025).

Anos mengaku perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Natal dan memasuki  akhir tahun harus dijamin lancar, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik dan BBM.

“Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menjadi salah satu wilayah yang paling membutuhkan perhatian. Dari sepuluh titik perbaikan yang diumumkan PLN, dua berada di Tanimbar dan sisanya semua di MBD,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, PLN telah memiliki rencana untuk meningkatkan infrastruktur listrik pada 2026-2027, namun masih banyak wilayah masih menghadapi keterbatasan suplai listrik dan operasional atau menyala beberapa jam sehari.

Ia memcontohkan, beberapa daerah di MBD seperti Molumaru dan Wuar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta Pulau Luang, Lakor dan Damer di Kabupaten MBD hanya mendapatkan listrik selama 6 jam setiap hari. Sedangkan di Pulau Romang dan Wetar Timur, pasokan listrik bahkan sering tidak stabil.

Ia berharap agar PLN bisa meresponi dan dapat memberikan prioritas kepada umat Kristiani, yang sedang mempersiapkan perayaan.

“Kami meminta terhitung 20 Desember 225, daerah yang biasanya mendapatkan listrik 6 atau 12 jam sehari dapat dinaikkan menjadi 24 jam. Jika tidak memungkinkan sepenuhnya, minimal naik menjadi 12 jam,” ungkapnya. (MT-04)