AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak 549 lulusan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) diwisudakan, Selasa (16/12/2025)

Ratusan lulusan yang berasal dari program diploma, sarjana, magister dan doktoral tersebut diwisudakan dalam Rapat Senat Terbuka UKIM dalam rangka Wisuda Periode II tahun 2025 yang dipusatkan di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon.

Rektor UKIM Pendeta Dr Steve Gerardo Christoffel Gaspersz MSi MA saat memimpin Rapat Senat tersebut merincikan para lulusan terdiri dari program Diploma 3 orang, Sarjana (521 orang), Profesi Ners (15 orang), Magister (7 orang) dan Doktoral (3 orang).

“Ratusan lulusan tersebut berasal dari 16 progran studi (prodi) diantara 18 prodi pada 7 fakultas yang ada di lingkup UKIM. Prodi-prodi tersebut telah terakreditasi ‘baik’ dan ‘baik sekali’ oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan lembaga akreditasi mandiri masing-masing prodi sehingga para lulusan telah memenuhi syarat dan standar kesarjanaan di negara ini,”  rincinya.

Gaspersz juga mengaku pada para lulusan Prodi Pendidikan Profesi Ners telah juga diwisudakan pada periode II tahun 2025.

“Dua prodi yang belum menghasilkan lulusan yaitu Prodi Sistem Informasi dan Prodi Arsitektur. Kedua prodi dimaksud sementara berproses secara akademis,” ungkapnya

Terselenggaranya pendidikan pada 18 prodi dimaksud, katanya, membuat UKIM menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkup LLDIKTI Wilayah XII yang telah menyelenggarakan seluruh jenjang prodi pada suatu perguruan tinggi mulai dari diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktoral.

“Secara institusi UKIM terakreditas B hingga tahun 2026. Kita terus mendorong dan mengakselerasi akreditasi prodi maupun institusi di UKIM agar mengalami peningkatan dari akreditasi ‘baik’ menjadi ‘baik sekali’ serta akreditasi ‘baik sekali’ menjadi ‘unggul’. Prodi yang potensial untuk akreditas ‘unggul’ yaitu Prodi Teologi Kristen Protestan,” ujarnya.

Ia menegaskan pencapaoian akademik para lulusan di kampus UKIM yag terletak di kawasan Tanah Lapang Kecil akan diuji dalam kehidupan bermasyarakat di tanah lapang besar.

“Ilmu dan gelar kelulusan yang diperoleh harus diwujudkannyatakan di masyarakat melalui prestasi kerja” tandasnya. (MT-01)