AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan ketersediaan bahan pangan strategis tetap aman 3-4 bulan kedepan. Kendati demikian terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradillah Atamimi saat Coffee Morning bertajuk “Ketahanan Pangan Mendukung MBG di Provinsi Maluku”, yang berlangsung di Ambon, Selasa (16/12/2025).
Atamimi menjelaskan berdasarkan neraca pangan, stok beras Maluku saat ini mencapai sekitar 40 ribu ton, sementara kebutuhan mingguan hanya sekitar 5.300 ton.
“Kebutuhan beras per minggu berada pada kisaran 300–350 ton, sementara stok yang tersedia mencapai sekitar 40.000 ton, sehingga ketahanan stok diperkirakan aman hingga 2–3 bulan ke depan,” jelasnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk komoditas bawang merah, bawang putih, cabai dan cabai rawit.
“Ketersediaan cabai dan cabai rawit bersifat dinamis karena pasokan masuk setiap 3–4 hari sekali secara rutin. Walaupun stok harian tidak dapat diproyeksikan hingga 31 Desember, jadwal pasokan sudah tersedia dan terpantau” katanya.
Menurutnya, komoditas minyak goreng, kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 30% dari total kebutuhan masyarakat, atau setara dengan 1.457 ton.
“Dari angka kebutuhan tersebut, kami tidak hanya menghitung kebutuhan konsumsi, tetapi juga memperkirakan stok yang tersedia di lapangan,” ujarnya.
Dikatakan, perhitungan kebutuhan pangan selama ini kami lakukan dengan mengacu pada beberapa komponen, yaitu: Kebutuhan rumah tangga, Kebutuhan rumah tangga industri dan Kebutuhan HBKM, yang mengalami peningkatan sekitar 10%..

“Selain itu, menjelang bulan Ramadhan, terjadi kembali peningkatan kebutuhan sekitar 10%, sehingga total kebutuhan merupakan akumulasi dari seluruh komponen tersebut,” katanya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan