AMBON, MalukuTerkini.com – Nilai ekspor Provinsi Maluku Utara periode Januari – November 2025 naik 28,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$9.962,83 juta menjadi US$12.841,01 juta.
“Dari Januari – November 2025, semua komoditas mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding Januari–November 2024,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (6/1/2026).
Ia merincikan, peningkatan nilai ekspor tertinggi adalah Besi dan Baja (HS 72) sebesar US$2.095,92 juta (naik 34,92 persen), Nikel (HS 75) meningkat sebesar US$650,54 juta (naik 18,99 persen), Logam Dasar Lainnya (HS 81) meningkat sebesar US$116,86 juta (naik 811,91 persen), Bahan Kimia Anorganik (HS 28) sebesar US$19,39 juta (naik 3,81 persen). Sedangkan komoditas Kayu, Barang dari Kayu (HS 44) menurun sebesar US$846,49 juta (turun 12,72 persen).
“Selama Januari – November 2025, ekspor dari Besi dan Baja (HS 72), Nikel (HS 75), dan Bahan Kimia Anorganik (HS 28) memberikan kontribusi 98,93 persen terhadap total ekspor. Dari sisi pertumbuhan, ekspor tiga golongan barang tersebut naik 27,83 persen terhadap periode yang sama tahun 2024,” rincinya. (MT-06)



Tinggalkan Balasan