AMBON, MalukuTerkini.com – Dua mahasiswa asing asal Prancis akan menempuh pendidikan di Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi, Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti).
Kedua mahasiswa tersebut yaitu Alix Teresa Micheline Francoise Fernandez dan Adrien Victor Jacky Vitton Mea. Keduanya berasal dari French Air and Space Force Academy ini.
Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd saat menerima kedua mahasiwa tersebut, Selasa (20/1/2026) mengaku kehadiran mahasiswa asing ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus bentuk kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan di Unpatti.
“Kepercayaan tersebut mencerminkan pengakuan atas sistem pendidikan, penelitian, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan melalui Tridharma Perguruan Tinggi di Unpatti, khususnya pada Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi,” ungkapnya.
Dijelaskan dari sisi pengembangan institusi, partisipasi mahasiswa asing ini turut memberikan kontribusi strategis terhadap peningkatan mutu akademik dan penguatan akreditasi program studi, khususnya Program Studi Fisika yang saat ini telah meraih akreditasi unggul.
“Kehadiran mahasiswa internasional menjadi salah satu aspek pendukung dalam upaya menuju akreditasi internasional, baik di tingkat jurusan maupun program studi,” jelasnya.
Selain itu, katanya, Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi yang baru berjalan satu semester dengan jumlah mahasiswa sebanyak sembilan orang dinilai menunjukkan prospek yang sangat positif sehingga ketertarikan mahasiswa asing terhadap program studi baru ini menjadi indikator kuat bahwa kurikulum dan arah pengembangan keilmuan yang ditawarkan memiliki daya saing global.
Sementara itu, Ketua Jurusan Fisika FST Unpattiu, Ronaldo Talapessy, menjelaskan kedua mahasiswa tersebut akan mengikuti kegiatan akademik selama kurang lebih lima bulan di Unpatti.
“Penerimaan mahasiswa asing ini merupakan yang pertama kalinya bagi Jurusan Fisika, khususnya untuk masa tinggal lebih dari empat bulan. Momentum ini dinilai sangat strategis dalam mendukung agenda internasionalisasi jurusan dan program studi, terutama dalam upaya menuju akreditasi internasional,” jelasnya.
Selain itu, Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi yang baru dibuka pada tahun sebelumnya dan saat ini memasuki angkatan pertama juga memperoleh manfaat signifikan dari kehadiran mahasiswa asing tersebut.
Sementara itu, salah satu mahasiswa asal Prancis Alix Teresa Micheline Francoise Fernandez berharap program magang yang dilaksanakan dapat terus berlanjut dan dikembangkan melalui kerja sama yang berkesinambungan.
Sementara itu Adrien Victor Jacky Vitton Mea menegaskan komitmen untuk melanjutkan kegiatan penelitian secara berkelanjutan serta menghasilkan capaian dan kinerja yang optimal pada akhir pelaksanaan program magang. (MT-01)


Tinggalkan Balasan