AMBON, MalukuTerkini.com – Polda Maluku bersiap menggelar Operasi Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sebelum operasi dengan sandi Pekat Salawaku 2026 ini dilaksanakan, Polda Maluku terlebih dahulu melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang bertempat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Markas Polda Maluku, Rabu (21/1/2026).
Latpraops Pekat Salawaku bertujuan untuk menyatukan langkah, membekali pemahaman personel saat menjalankan operasi di lapangan.
Kepala Biro Operasi Polda Maluku, Kombes Pol Ronald Refli Rumondor dalam arahannya saat membuka Latpraops Pekat Salawaku mengingatkan seluruh personel yang akan dikerahkan agar fokus mengikuti pelatihan.
“Ini penting diikuti agar dapat bekerja maksimal sesuai tupoksinya di lapangan. Kegiatan ini adalah awal dari pelaksanaan Ops Pekat. Kalau ini tidak dilaksanakan maka itu sama saja saya mencelakakan rekan-rekan saat menjalankan tugas di lapangan,” tandasnya.
Berbagai pengetahuan penting terkait pelaksanaan Operasi Pekat Salawaku 2026 akan disampaikan para pemateri. Seluruh personel diminta untuk mengikuti secara sungguh-sungguh. “Tujuan utama kita yaitu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tandasnya.
Tak hanya itu, salah satu sasaran Ops Pekat Salawaku, kata Kombes Refli, juga terkait peredaran minuman keras (miras). Menurutnya, miras merupakan salah satu faktor terjadinya tindakan kriminal seperti kekerasan/penganiayaan.
“Orang yang dalam kondisi mabuk akan berani melakukan apa saja termasuk tindakan yang bisa berujung pada terjadinya masalah yang lebih besar seperti penganiayaan dan kekerasan terhadap sesama atau perkelahian antar warga,” ungkapnya.
Selain miras, target Ops Pekat, kata Refli, yaitu penyelundupan dan penggunaan Narkotika dan Obat-obat terlarang (narkoba).
“Sasaran berikutnya adalah pada tempat hiburan malam dengan sasaran kita yaitu Narkoba,” katanya.
Kombes Refli mengaku peredaran gelap narkoba, memiliki dampak dan bahaya sama dengan miras, khususnya bagi generasi muda. “Narkoba ini juga sama bahayanya dengan miras,” ujarnya.
Selain miras dan narkoba, target Ops Pekat juga menyasar aksi premanisme dan berbagai potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.
“Saya harapkan kita semua bisa bekerja maksimal sesuai tupoksi, penuh rasa tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa dan institusi Polri yang kita cintai,” katanya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan