AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto menyambangi Mapolres Buru Selatan (Bursel).

Ia memberikan pengarahan kepadapersonel Polres Buru Selatan (Bursel) dan Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku dalam kunjungannya di Mapolres Bursel, Namrole, Rabu (21/1/2026).

Saat memberikan pemngarahan, ia memegaskan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu jaminan keamanan dan keadilan.

Masyarakat, tandas Kapolda, berharap kehadiran aparat kepolisian sebagai pelindung dan pengayom, dapat memberikan rasa aman, beserta keadilan dalam penegakan hukum.

Didampingi Irwasda Kombes Pol I Made Sunarta, Karo SDM Kombes Pol Jemi Junaidi, Dansat Brimob Kombes Pol Irfan SP Marpaung, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Piter Yanotamma, Direktur Narkoba, Kombes Pol Indra Gunawan, Kabid Keuangan Kombes Pol Bangun Widi Septo dan Kabid Dokkes Polda Maluku Kombes Pol M Faizal Zulkarnaen, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto, juga menekankan beberapa hal penting untuk diperhatikan seluruh personel Polri.

“Polisi ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas rasa aman dan adil, sehingga situasi kamtibmas menjadi kondusif,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, menurut Kapolda memiliki parameter diantaranya, tidak ada fear of crime, kejadian cepat diselesaikan, kegiatan lancar tanpa batas, komplaint/keluhan direspon cepat serta kegiatan kesejahteraan.

Polri, ungkap Kapolda, adalah alat keamanan dalam negeri. Ia berharap seluruh anggota dapat menyatukan kerangka berpikir seperti itu, bagaimana Polri dituntut untuk menyelesaikan akar-akar permasalahan sebelum tumbuh mejadi gangguan nyata.

“Sebelum kita terjung ke hal yang lebih jauh, hal yang paling mendasari bagi peran seorang anggota Polri di tengah-tengah masyarakat adalah hal apa yang diinginkan masyarakat, maka dari itu rekan rekan harus bisa untuk melakukan mapping maupun identifikasi hal-hal tersebut sejak dini,” ungkap mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.

Ia mengingatkan beberapa kasus yang perlu menjadi perhatian dan atensi bersama. Di antaranya Perkelahian antar pemuda, dan Penganiayaan yang berpotensi menjadi konflik berkepanjangan. Dua hal ini sering terjadi dipicu oleh komsumsi minuman keras.

“Maka dari itu kita harus mampu  menyelesaikan dengan cara minimalisir melalui proses ritual Adat/Sasi, Peraturan Daerah serta lokalisir tempat komsumsi,” ujar mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.

Persoalan lainnya yang patut menjadi atensi bersama yaitu kasus Pencurian pada malam hari, Narkoba, dan Kejahatan yang terjadi di dunia sosial media, berupa provokasi.

“Anggota Polri harus membuka mata akan hal tersebut khususnya Intelijen, Reserse maupun Bhabinkamtibmas,” tandas mantan Kapolrestabes Medan ini.

Masalah lainnya yang perlu terus diwaspada, katanya, yaitu Tindak pidana korupsi. Anggota Polri diminta untuk melakukan pencegahan dan pengawalan serta mapping sejak dini.

“Beberapa jalan umum saya lihat tidak terawat terutama dalam perkotaan, rangkul Forkopimda agar masyarakat dapat merasakan dampak nyata kehadiran negara,” kata mantan Wakapolrestabes Bandung ini.

Ia juga menyoroti Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang unggul. Ia mengaku, apabila SDM mampu maka keterbatasan sarana prasarana bukan menjadi halangan. “Spesifikasi SDM yang berkualitas dapat dilihat dari motivasi, profesional serta moralitas anggota itu sendiri,” jelas mantan Kapolres Cianjur ini.

Kapolda juga mengajak anggota dapat merangkul masyarakat melalui aktifitas positif pada jejaring sosial media terutama para Bhabinkamtibmas. Sebagai garda terdepan, Bhabinkamtibmas melekat dengan masyarakat. Kerja sama juga dengan influencer lokal yang ada sehingga kegiatan-kegiatan positif dapat disiarkan melalui media sosial.

“Turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat maupun buka ruang komunikasi antar aparat dan masyarakat melalui sosial media, sediakan nomor telepon khusus untuk sarana pengaduan atau informasi dari masyarakat,” jelasnya. (MT-04)