AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Ambon Richard Luhukay menemui Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias. Pertemuan keduanya berlangsung di Ambon, Rabu (28/1/2026).
Saat pertemuan terebut, Luhukay mengusulkan untuk digelarnya Pertukaran Pemuda antar Indonesia dan Australia.
“Kami mengusulkan untuk digelarnya Pertukaran Pemuda antar Indonesia yang kami namakan Youth Brotherhood Alliance,” ungkapnya.
Dijelaskan, Youth Brotherhood Alliance mengadopsi hubungan emosional peopleto people antara Darwin-Ambon sejak Perang Dunia II untuk menekankan persaudaraan pemuda lintas batas dan inklusif.
“Brotherhood secara linguistik struktural sangat terkait erat dengan kata basudara. Keduanya menekankan ikatan persaudaraan yang melampaui hubungan darah biologis, tepatnyamempresentasikan rasa kebersamaan multi-etnis dan solidaritas sosial. Hal tersebut sangat berdampak untuk memperkuat hubungan bilateral antar negara,” jelasnya.
Menurutnya, Youth Brotherhood Alliance dikemas dalam sejumlah kegiatan yaitu Sister School and Vocational Training, Inkubasi Ekonomi Kreatif Berbasis Musik dan Seni Visual, Share Historical Heritage, Workshop Kewirausahaan Kolaboratif dan Digital Learning, Green Eco & Blue Eco, The Inclusive Lab Model dan Youth Actio Lab.
“Program ini dikemas oleh Dispora Kota Ambon berangkat dari keyakinan bahwa setiap pemuda memiliki peran sebagai global citizen, guna menciptakan ekosistem dimana pemuda tidak hanya menjadi pembuat masalah (troublemaker) tetapi menjadi pembuat solusi (solutionmaker) yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat. Kita mengadopsi konsep Positive Youth Development untuk memastikan bahwa pertukaran ini menjadi mesin penggerak sumber daya manusia,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dengan konsep ini maka pemuda asal Australia akan berada di Ambon dalam periode waktu tertentu, begitu juga sebaliknya pemuda dari Ambon akan berada di Australia.
“Kota Ambon dan Kota Darwin sudah lama menjalin hubungan sister city, namun akhir-akhir ini sudah mulai ‘dingin’. Untuk itu kita ingin hangatkan hubungan ini melalui peran pemuda,” katanya.

Menyikapi usulan tersebut, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias mengaku sangat tertarik dengan konsep dimaksud dan akan mnegkajinya.
“Selamai ini antara Indonesia dan Australia sudah ada kegiatan serupa yang bernama Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Khususdi Indonesia diatur oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama pemerintah daerah yang menjadiokasi sasaran program. Pada tahun 2025 lalu, AIYEP dipusatkan di Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, AIYEP telah berlangsung sejak tahun 1982, menghubungkan pemuda Australia dan Indonesia (usia 21-25 tahun) melalui pertukaran sosial, profesional, dan budaya.
“Diselenggarakan dalam kemitraan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, AIYEP bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling memahami dan meningkatkan literasi budaya dan keterampilan,” jelasnya.
Ia merincikan para delegasi program akan mengembangkan kemampuan lintas budaya dan jaringan internasional mereka melalui program magang, pelatihan bahasa, pelatihan akademis, dan acara kebudayaan. Dimulai dengan lima minggu mengikuti program pembekalan dan membangun jaringan secara virtual, para delegasi menyelesaikan Sertifikat Kompetensi Global mereka dan saling mengenal satu sama lain sebelum mengikuti program pendalaman di masing-masing negara.
Todd Diaz juga meminta Dispora Kota Ambon untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia untuk menjadi daerah sasaran pelaksanaan program AIYEP pada tahun-tahun mendatang.
“Jadi selain usulan menarik Youth Brotherhood Alliance yang telah disampaikan ini, saya berharap Dispora Kota Ambon untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia untuk menjadi daerah sasaran program AIYEP pada tahun-tahun mendatang,” jelasnya. (MT-01)


Tinggalkan Balasan