AMBON, MalukuTerkini.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku mulai memfinalkan langkah strategis organisasi dengan menjadwalkan pelantikan pengurus periode 2025–2030 pada 14 Februari 2026.
Agenda tersebut direncanakan berlangsung sebelum umat Muslim memasuki bulan Ramadan.
Penetapan jadwal pelantikan diputuskan dalam Rapat Pleno I DPD Golkar Maluku yang berlangsung di Ambon, Sabtu (31/1/2026).
Rapat pleno ini menjadi titik awal konsolidasi internal partai dalam menata arah dan strategi lima tahun ke depan.
Tak hanya membahas waktu pelantikan, forum pleno juga mengulas sejumlah agenda penting lainnya. Di antaranya pemaparan struktur kepengurusan baru, kesiapan teknis pelantikan, serta langkah-langkah konsolidasi organisasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II kabupaten/kota se-Maluku.
Selain itu, Golkar Maluku juga mempersiapkan pembentukan organisasi kemasyarakatan, sayap partai, hingga penguatan badan saksi di seluruh tingkatan.
Ketua Panitia Pelantikan, Rohalim Boy Sangadji, membenarkan keputusan tersebut. Ia mengatakan seluruh rangkaian pelantikan telah disepakati untuk dilaksanakan sebelum Ramadhan.
“Pleno telah memutuskan pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku akan dilaksanakan pada 14 Februari 2026,” kata Sangadji kepada wartawan.
Menurutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera membentuk kepanitiaan lengkap guna memastikan seluruh tahapan pelantikan berjalan sesuai rencana.
“Sebagai kader dan petugas partai, kami siap bekerja. Kepanitiaan akan segera dibentuk dan persiapan teknis langsung dimulai,” ungkap Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Hukum, dan HAM DPD Golkar Maluku tersebut.
Ia menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas dan kekompakan internal partai. Ia menilai, konsolidasi menyeluruh menjadi kunci menghadapi agenda politik ke depan.
“Ini saatnya menyatukan kembali seluruh kekuatan partai. Golkar Maluku berkomitmen bekerja maksimal untuk meningkatkan elektoral dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Maluku pada Pemilu 2029,” tandasnya. (MT-04)

Tinggalkan Balasan