AMBON, MalukuTerkini.com – Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025 menunjukkan tren kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku di 3 kabupaten/kota, pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,70 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,64 pada Januari 2025 menjadi 111,65 pada Januari 2026. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d)  sebesar 0,75 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaelapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (2/2/2026)

Sebelumnya pada Desember 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,58 persen.

Ia merincikan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,28 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,55 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,89 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,76 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,85 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,90 persen; kelompok transportasi sebesar 0,68 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,09 persen,” rincinya.

Dijelaskan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Januari 2026,antara lain tarif listrik, ikan layang/momar, emas perhiasan, ikan cakalang, ikan selar/kawalinya, ikan tongkol/komu, bawang merah, ikan tuna/tatihu, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, biaya akademi/perguruan tinggi, ikan asap, kopi bubuk, ikan kembung/lema, sepeda motor, mobil, minuman ringan, semangka dan lemon.

“Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: cabai merah, tomat, sawi hijau, buncis, bawang putih, cabai rawit, kacang panjang, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, sabun mandi, kangkung, popok bayi sekali pakai/diapers, labu siam/jipang, sepatu pria, bayam, gula pasir, tarif angkutan laut, bensin, seng dan gaun anak,” jelasnya. (MT-06)