AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat implementasi program Ambon Smart City secara terintegrasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat evaluasi penyelengaraan kota cerdas tahun 2025 yang dipusatkan di Vlisingen Pemkot Ambon, Rabu (4/2/2026).

Wattimena menegaskan, Ambon Smart City merupakan bagian dari 17 program prioritas Pemkot Ambon selama lima tahun masa kepemimpinan, tepatnya pada program prioritas ke-13.

“Smart City menjadi landasan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Kami ingin seluruh OPD dan layanan publik bekerja secara efektif, efisien, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sebagai kota pilot pelaksanaan Smart City, katanya,Pemkot Ambon telah melakukan berbagai terobosan. Salah satu langkah terbaru adalah peluncuran Call Center 112, layanan pesan darurat terpadu sesuai arahan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

“Call Center 112 merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi kedaruratan. Layanan ini memungkinkan respons cepat dan terintegrasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, TNI, dinas sosial, PLN, dan instansi terkait lainnya,” katanya.

Menurut Wattimena, sejak diluncurkan pada 1 September 2021, layanan darurat 112 telah memberikan dampak positif dalam penanganan situasi darurat di Kota Ambon.

Selain itu, Pemkot Ambon juga mendorong transisi energi bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengolahan sampah berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan.

“Pengelolaan sampah menjadi tantangan besar di semua kota. Karena itu, kami berupaya mengurangi volume sampah ke TPA sekaligus memberi nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai energi,” ungkapnya.

Dalam mendukung keamanan dan ketertiban, Pemkot Ambon juga memperluas penggunaan CCTV di titik-titik strategis, serta mulai menguji coba CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) di sejumlah lokasi rawan kemacetan dan titik pembuangan sampah.

Teknologi ini dilengkapi video analytics, computer vision, dan machine learning untuk memantau lalu lintas, parkir pintar, hingga kapasitas tempat sampah secara otomatis.

Tak hanya fokus pada teknologi,katanya, Pemkot  Ambon juga membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya. Seluruh pimpinan daerah, mulai dari wali kota hingga kepala OPD, diwajibkan memiliki akun media sosial sebagai sarana penyampaian informasi sekaligus menerima kritik dan masukan masyarakat.

Selain itu, Pemkot Ambon rutin menggelar Program Wali Kota Jumpa Rakyat setiap hari Jumat, serta mendorong kepala desa, lurah, dan raja untuk aktif menyelesaikan persoalan di tingkat bawah.

“Semua ini kami lakukan agar pemerintah benar-benar hadir, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya. (MT-04)