AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai melakukan uji coba optimalisasi CCTV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah terpasang di sejumlah titik strategis.
Hal ini disampaikan Kepal Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) kota Ambon, Ronald H Lekransy kepada wartawan, di Ambon Rabu (4/2/2026).
Uji coba ini, menurutnya, dilakukan bukan karena kualitas perangkat CCTV yang ada tidak memadai, melainkan untuk meningkatkan fungsi dan kemampuannya melalui integrasi teknologi AI.
“Perangkat CCTV yang ada sebenarnya sudah bagus. Namun agar lebih optimal, perlu di-input dengan sistem AI yang memiliki berbagai keunggulan, terutama dalam melakukan tracking aktivitas secara otomatis,” ungkapnya.
Dengan dukungan AI, katanya, CCTV mampu mendeteksi dan merekam berbagai pelanggaran serta potensi gangguan secara real time. Mulai dari parkir liar di badan jalan, pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus, hingga kerumunan massa dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Sensor AI ini bisa memberikan peringatan dini atau early warning system. Jika terdeteksi potensi konflik atau kejadian tertentu, sistem akan langsung mengirimkan notifikasi,” katanya.
Menurutnya, informasi tersebut dapat diakses melalui dashboard CCTV, bahkan terintegrasi hingga ke perangkat Android, sehingga petugas dapat segera melakukan langkah penanganan tanpa harus selalu berada di ruang kontrol.
Selain itu, teknologi AI juga diterapkan untuk kepentingan layanan publik, seperti pengelolaan kebersihan. Sensor pada CCTV dapat mendeteksi tempat sampah yang sudah penuh dan langsung menginformasikan kepada petugas agar segera ditangani.
“Fungsi AI ini pada dasarnya untuk memudahkan tugas dan tanggung jawab manusia. Ketika petugas sudah selesai jam kerja, pengawasan tetap berjalan otomatis sepanjang malam, dari sore hingga pagi,” ungkapnya.
Dijelaskan, kedepan CCTV berbasis AI akan dipasang di wilayah-wilayah yang memiliki potensi konflik, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan preventif.
“Keberadaan CCTV di ruang publik juga memiliki efek psikologis bagi masyarakat, yakni meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan. Namun lebih dari itu, tujuan utamanya adalah membangun kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota. Ini bukan semata soal CCTV, tapi bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat untuk hidup tertib dan bertanggung jawab di ruang publik,” jelasnya.
Ia menegaskan, uji coba penerapan CCTV berbasis AI tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Program ini dijalankan dalam bentuk simulasi bersama mitra Pemkot Ambon, PT Lintas Arta.
“Tidak ada pembayaran. Ini murni uji coba. Kita ingin mencoba karena kita punya mitra, PT Lintasarta. Saat kita berkoordinasi, mereka menyampaikan belum memiliki fasilitas AI yang aktif, namun meminta apakah Pemerintah Kota bisa membantu untuk melakukan simulasi di beberapa titik. Kebetulan infrastruktur kita sudah tersedia,” jelasnya.
Uji coba tersebut dilakukan tanpa biaya, dan telah mendapat persetujuan serta dukungan langsung dari Wali Kota Ambon. Simulasi ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana efektivitas dan manfaat sistem CCTV berbasis AI dalam mendukung pengawasan dan pelayanan publik.
“Kalau program ini terbukti optimal dan berjalan baik, tentu ke depan akan kita gunakan. Soal kelanjutan program, tentu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya. (MT-04)

Tinggalkan Balasan