AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri menegaskan bahwa setiap tetes keringat dan upaya yang dilakukan dalam bertugas harus dipandang sebagai ibadah.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat Apel Pagi Jajaran Kanwil Kemenkum Maluku, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, dengan menanamkan prinsip kerja adalah ibadah, setiap pegawai akan memiliki tanggung jawab moral yang lebih tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Saiful menjabarkan secara rinci mengenai nilai ASN Ber-AKHLAK sebagai pedoman perilaku. Ia mencontohkan bahwa nilai harmonis dapat diwujudkan melalui lingkungan kerja yang saling mendukung, sementara nilai akuntabel tecermin dari transparansi dalam setiap laporan kinerja.

Sejalan dengan itu, ia mengingatkan jajaran agar menjauhi segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra instansi, terutama judi online, penyalahgunaan narkoba.
Aspek kedisiplinan dan profesionalisme juga menjadi poin utama yang ditekankan. Saiful menginstruksikan seluruh pegawai untuk menjaga performa serta kerapihan dalam penggunaan atribut pegawai sebagai identitas resmi. Hal ini dipandang penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap instansi.
Dengan penuh optimisme, Saiful meyakini jajaran Kementerian Hukum Maluku telah siap secara mental dan administratif untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ia meminta seluruh pegawai untuk terus mempersiapkan diri, memperkuat kolaborasi antar divisi, serta senantiasa menjaga nama baik instansi dalam setiap tindakan.
Suasana apel pagi kali ini juga terasa lebih emosional dengan adanya sesi pelepasan dua pegawai terbaik Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku yang akan berpindah tugas.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi positif yang telah mereka berikan selama mengabdi di Maluku.
Saiful menekankan bahwa mutasi adalah bagian dari pengembangan karier serta penyegaran organisasi, namun ikatan kekeluargaan yang telah terjalin diharapkan tetap terjaga meski raga tak lagi berada di satu atap kerja yang sama. (MT-04)







Tinggalkan Balasan