AMBON, MalukuTerkini.com – Semangat profesionalisme dalam mengelola keuangan negara kembali ditunjukkan oleh jajaran birokrasi di lingkungan Kementerian Hukum.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kementerian Hukum Maluku, Wilson Muskita, secara aktif mengikuti pembukaan agenda Rekonsiliasi Data Rekening Pemerintah dan Konfirmasi Penerimaan Hibah Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan secara daring, Selasa (10/2/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap transaksi dan saldo yang tercatat dalam buku negara berada dalam kondisi yang valid.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Keuangan, Sri Yusfini Yusuf, yang menggarisbawahi pentingnya ketelitian dalam melakukan verifikasi data sebelum tahun anggaran berakhir.
Dalam arahannya, Ia meminta seluruh satuan kerja untuk proaktif dalam merapikan administrasi rekening dan hibah guna menghindari adanya ketidaksesuaian data pada laporan akhir.
Wilson Muskita menyambut baik arahan tersebut dengan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa Bagian Tata Usaha dan Umum telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menyisir setiap data rekening yang ada.
Menurutnya, proses rekonsiliasi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk menyajikan data yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun teknis.
Wilson Muskita menjelaskan fokus utama timnya pada triwulan keempat ini adalah memastikan seluruh penerimaan hibah telah terkonfirmasi dengan benar.
Ia berkomitmen untuk mengawal proses ini tanpa celah sedikit pun, mengingat akurasi data hibah sering kali menjadi titik krusial dalam penilaian kualitas laporan keuangan. Pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan para penyedia hibah dan unit terkait agar proses sinkronisasi berjalan sesuai jadwal.
Dengan partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Wilson Muskita berharap seluruh tim keuangan memiliki kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan penutupan tahun anggaran. Dirinya yakin bahwa dengan dedikasi dan ketelitian yang tinggi, target penyelesaian rekonsiliasi keuangan di lingkup kerjanya dapat tercapai secara maksimal sehingga berkontribusi positif bagi prestasi institusi secara nasional. (MT-04)


Tinggalkan Balasan