AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Pertanian (FAPRTA) Universitas Pattimura (Unpatti) menjalin kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ambon.
Penandandatagan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) dilakukan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FAPERTA Unpatti Dr Jeter D Siwalette, SP., M.Si bersama Kepala BPVP Kota Ambon Yustianto di Kampus FAPERTA Unpatti, Ambon, Rabu (11/2/2026).
Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kedua institusi, khususnya dalam peningkatan kompetensi mahasiswa, alumni, serta pemberdayaan masyarakat di Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Kepala BPVP Ambon Yustianto mengaku pihaknya ditugaskan untuk memperluas kolaborasi pada tahun 2026 sehingga kemitraan dengan FAPERTA dinilai sangat relevan dan strategis.
“Kami menyadari pelaksanaan program pelatihan kerja bagi masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting,” ungkapnya.
BPVP saat ini memiliki sekitar 19 workshop pelatihan dengan berbagai program peningkatan kompetensi. Salah satu program unggulan adalah Smart Farming, yang telah melatih sekitar 320 peserta melalui pelatihan intensif selama 32 hari, dilanjutkan satu bulan On the Job Training (OJT), serta uji kompetensi. Seluruh pembiayaan program tersebut ditanggung oleh BPVP.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, BPVP membuka ruang kolaborasi lebih luas, termasuk pengembangan program agroforestri dan penguatan sektor pertanian berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, BPVP juga menawarkan program upskilling seperti pelatihan packaging dan pemasaran berbasis media sosial untuk mendukung pelaku usaha dan alumni agar lebih kompetitif.
“Kami sangat terbuka apabila alumni FAPERTA dapat terlibat dalam program-program kami, sehingga memperoleh pengalaman kerja sekaligus peningkatan kapasitas,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FAPERTA Unpatti Dr Jeter D Siwalette, SP., M.Si menegaskan pentingnya kesamaan persepsi sebelum implementasi program dijalankan.
Ia menjelaskan penandatanganan kerja sama harus diikuti dengan komunikasi teknis yang jelas agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan alumni.
“Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan tepat sasaran. Kebutuhan harus jelas, modul sesuai, dan narasumber yang ditugaskan benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya,” jelasnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara kedua institusi menjadi kunci utama untuk menghindari miskomunikasi dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kegiatan.
“FAPERTA berkomitmen untuk mengirim tenaga akademik yang relevan dengan kebutuhan pelatihan, demi menjaga kualitas dan nama baik institusi,” ungkapnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian, perikanan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kesepahaman antara Faperta dan BPVP akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat dengan melibatkan mahasiswa dan dosen untuk membekali mahasiswa dan alumni agar memiliki kompetensi sesuai dengan bidang ilmu ‘bekal’ yang didapatkan di BPVP. (MT-01)


Tinggalkan Balasan