AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah dalam kondisi aman, meski terjadi lonjakan konsumsi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).

Menurut Faradilla, kebutuhan beras masyarakat Maluku pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 23.500 ton. Sementara kebutuhan minyak goreng berada di angka 1.649 ton.

“Menjelang dan selama hari besar keagamaan, konsumsi rumah tangga meningkat sekitar 10 – 15 persen,” ujarnya.

Perhitungan tersebut, katanya, tidak hanya mencakup kebutuhan rumah tangga, tetapi juga kebutuhan industri, kegiatan pemerintahan, serta sektor lainnya.

“Dari hasil penyusunan neraca stok, sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging sapi, telur, bawang, dan minyak goreng dipastikan dalam kategori aman bahkan hingga dua bulan setelah Ramadan,” katanya.

Kendati demikian, untuk komoditas cabai merah dan cabai rawit, stok kerap tercatat berada di bawah batas aman.

Faradilla menegaskan kondisi tersebut bukan karena kelangkaan, melainkan karakteristik komoditas yang mudah rusak dengan siklus distribusi cepat, rata-rata setiap tiga hari.

Sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan harga, Pemprov Maluku juga merencanakan tujuh kali kegiatan pasar murah hingga menjelang Idul Fitri, khususnya di Kota Ambon.

“Tujuannya agar harga tetap stabil dan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” jelas Faradilla. (MT-04)