AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) menjelang Ramadan 1447 Hijriah hingga Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman.

Masyarakat pun diminta tidak melakukan panic buying akibat kekhawatiran yang tidak berdasar.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Abdul Haris, di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).

Menurut Haris, pihaknya rutin berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan ketersediaan stok BBM di Maluku. Evaluasi dilakukan setiap pekan, terutama dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar pemerintah pusat.

“Berdasarkan data per 10 Februari 2026, stok minyak tanah tercatat sebanyak 221.082,6 kiloliter. Dengan rata-rata konsumsi 299 kiloliter per hari, ketersediaan diproyeksikan cukup untuk 81 hari ke depan atau hingga akhir April 2026. Artinya stok melewati Idul Fitri, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kelangkaan yang kerap terjadi di tingkat pengecer umumnya disebabkan keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur, bukan karena stok kosong di tingkat provinsi. Kondisi inilah yang sering memicu kepanikan warga.

“Untuk solar subsidi, stok tersedia sebanyak 14.625 kiloliter dengan konsumsi harian sekitar 1.625 kiloliter. Artinya, stok cukup hingga 18 Februari 2026. Namun Haris memastikan suplai tetap berjalan karena kapal pengangkut BBM rutin melakukan dropping setiap minggu,” jelasnya.

Sementara itu, stok Pertalite tercatat 8.101 kiloliter dengan rata-rata konsumsi 157 kiloliter per hari. Dengan demikian, ketersediaannya diperkirakan aman hingga 1 April 2026.

“Adapun LPG tersedia sebanyak 206 metrik ton. Dengan rata-rata distribusi 8 metrik ton per hari, stok diperkirakan cukup untuk 25 hari ke depan dan masih mencukupi kebutuhan menjelang hari raya,” katanya. (MT-04)