AMBON, MalukuTerkini.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan M5,0 terjadi di kawasan Laut Banda, Maluku, Sabtu (14/2/2026) pukul 18.48 WIT.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,86° LS ; 134,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 100 Km arah timur laut Kepulauan Aru, Maluku pada kedalaman 31 km,” ungkap Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Sabtu (14/2/2026).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, jelas Rahmat Triyono, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan kerak bumi di Zona Graben Aru.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” jelasnya.
Ia merincikan, berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di kawasan Aru Utara, Pulau-Pulau Aru dan Sir-Sir, Kabupaten Kepulauan Aru dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” rincinya. (MT-06)


Tinggalkan Balasan