AMBON, MalukuTerkini.com – Polda Maluku menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sebagai tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri yang sebelumnya mendapat arahan langsung dari Presiden RI.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto kepada wartawan, di Mapolda Maluku, Rabu (18/2/2026) menjelaskan, Rapim ini sekaligus menjadi penjabaran hasil Rapim tingkat Mabes Polri yang berlangsung selama tiga hari.
Kapolda Maluku menjelaskan, Rapim di tingkat Mabes Polri mengusung tema “Polri Presisi Mendukung Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026”.
Tema tersebut kini di-breakdown secara lebih teknis di tingkat Polda agar pelaksanaannya lebih konkret di lapangan.
“Di tingkat Polda, kami menetapkan tema untuk memastikan capaian kinerja Polri Presisi benar-benar mendukung Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. Semua target akan dirumuskan lebih detail, mulai dari tingkat Polda, direktorat, hingga jajaran Polres,” tandas Kapolda kepada wartawan disela-sela, Rapim Polda Maluku 2026.
Kapolda menjelaskan, fokus utama tetap pada pelaksanaan tugas pokok Polri, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, serta melindungi dan mengayomi masyarakat.
Upaya menjaga kondusivitas wilayah Maluku, jelasnya, menjadi prioritas, dengan memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal dan responsif. Penekanan juga diberikan pada penurunan angka kriminalitas, terutama konflik antar kelompok dan tindak pidana kekerasan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, menjadi perhatian serius kami,” jelas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Selain itu, katanya, Polda Maluku juga menargetkan penanganan kejahatan yang berdampak pada ketahanan negara, seperti tindak pidana korupsi, pertambangan ilegal, illegal fishing, dan illegal logging.
“Dalam mendukung program pemerintah, Polda Maluku turut mengawal sejumlah program strategis nasional. Di antaranya operasional SPBG Polri yang saat ini telah berjalan dua unit dan akan terus dikembangkan, termasuk di wilayah perbatasan,” kata mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Polda, menurutnya, juga siap mendukung program ketahanan pangan, program ASRI (kebersihan lingkungan dan hutan), Sekolah Rakyat, hingga program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi perhatian kementerian terkait.
“Jika dalam pelaksanaan program terdapat hambatan yang berkaitan dengan kamtibmas, maka Polri siap turun tangan untuk memastikan program berjalan aman dan lancar,” ungkap mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Selain penegakan hukum, jelasnya,Polda Maluku akan mengedepankan langkah preventif melalui pembinaan masyarakat, pemberdayaan tokoh agama dan tokoh adat, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal guna menjaga stabilitas keamanan.
“Dengan strategi tersebut, Polda Maluku optimistis mampu mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional di tahun 2026,” jelasnya mantan Kapolrestabes Medan ini. (MT-04)


Tinggalkan Balasan