AMBON, MalukuTerkini.com – Setahun sudah, Wali Kota Bodewin Wattimena bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta memimpin Kota Ambon.
Bertepatan dengan setahun memimpin Ambon, Wakil Wali Kota Ely Toisutta memaparkan capaian 17 program prioritas kepada wartawan di Balai Kota Ambon Jumat (20/2/2026).
Dalam pemaparannya, Toisuta menegaskan komitmen Pemkt Ambon untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Toisuta menjelaskan, ke-17 program prioritas diantaranya Pertama, Akses Air Bersih kepada Masyarakat. Implementasinya yaitu Peresmian layanan air bersih di Kawasan Kezia Gunung Nona dan Ponegoro Amaci, Pengembangan jaringan pipa di 9 lokasi (8.736 meter); Perbaikan kebocoran dan pengembangan jaringan di 5 lokasi (1.074 meter); Interkoneksi jaringan di 1 lokasi (252 meter); pembangunan IPA Batu Merah.
Pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah di Soya dan Lateri; serta Pembangunan sarana dan prasarana air bersih di 16 lokasi.
Kedua, Pengelolaan Persampahan dan Penataan Lingkungan, Penambahan 8 dump truck, 1 compactor, dan 1 ekskavator, Pembangunan 19 TPS dan penempatan 50 wastebin di 30 lokasi. Pembagian 400 tempat sampah ke sekolah, rumah ibadah, dan kantor. Kerja sama Bank Sampah Induk Bumi Lestari. Selain itu, pemasangan trash boom dan aksi bersih Teluk Ambon, Pembenahan TPA menuju controlled landfill dan Rata-rata sampah tertangani: 176,43 ton/hari.
Ketiga, Pengurangan Kemacetan dan Penataan Transportasi. Implementasinya meiputi pemeliharaan traffic light, rambu dan marka di 12 jalan utama; Rekayasa lalu lintas dan patroli rutin; Penataan Terminal A1 dan A2 Mardika; Penyediaan parkir 600 motor di eks Pasar Apung, Penetapan 30 ruas parkir resmi (SK Wali Kota 6937 Tahun 2025).
Keempat, Perbaikan Jalan, Pasar dan Permukiman. Implementasinya yaitu Peningkatan jalan di Rutong, Halong, Batu Merah, Passo, dan lainnya, Rehabilitasi Pasar Arumbae dan fasilitas pasar lainnya. Perbaikan 85 unit RTLH (APBD, APBD Provinsi, APBN), Pembangunan 23 rumah layak huni baru dan Pemasangan lampu jalan di 29 lokasi.
Kelima, Penyediaan Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM. Implemtentasin yaitu Pengembangan 715 UMKM, 80 booth kontainer dan 200 etalase untuk UMKM, 58 NIB gratis. Sertifikasi 30 UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha, Mediasi 75 kasus hubungan kerja dan Pelayanan 2.285 pencari kerja.
Keenam, Pelayanan Publik melalui Mall Pelayanan Publik meliputi Izin terbit 2025: 11.417 izin, NIB terbit 2025: 8.287, Indeks Kepuasan Masyarakat 2025: 87,56. Realisasi investasi 2025: Rp269,14 miliar. Progres Mall Pelayanan Publik.
Ketujuh, Penguatan Ekonomi Kreatif (Ambon City of Music). Implementasinya itu 7 event besar sepanjang 2025, 176 UMKM terlibat dalam event, PDRB ekonomi kreatif Rp158 miliar. Fasilitasi sertifikasi HAKI, Kalender event tahunan.
Kedelapan, Peningkatan Kualitas Pendidikan meliputi, 17 SPPG melayani 46.909 siswa (MBG), 752 siswa menerima Kartu Ambon Pintar, 119 SD dan 32 SMP terapkan Kurikulum Musik, Rehabilitasi 22 ruang kelas/lab/perpustakaan dan BOS Kinerja untuk 68 sekolah.
Kessmbilan, Peningkatan Kualitas Kesehatan meliputi UHC 98,65% (356.062 jiwa), 22 Puskesmas BLUD, Capaian penemuan TBC 126,7%, Pelayanan Diabetes 205,3%, 8 motor Pusling untuk dukung Call Center 112, 272 kasus stunting (terendah sejak 2021).
Kesepuluh, Peningkatan PAD meliputi Realisasi PAD 2025: Rp224,2 miliar, Pemasangan 370 meter air tanah, 250 alat perekam pajak online, Penagihan terpadu dengan Kejaksaan Negeri Ambon dan Monitoring dan evaluasi distribusi SPPT.
Kesebelas, Program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), 24 kali pelaksanaan selama 2025, 335 pengaduan dari 256 pelapor, 926 laporan via omnichannel, 117 media bermitra dengan Pemkot.
Keduabelas, Pengembangan Pariwisata Terintegrasi meliputi Total wisatawan: 102.239 orang, 8.821 mancanegara, 93.418 domestik, TPK 2025: 41,39%, Rata-rata lama inap: 2,38 malam (asing).
Ketigabelas, Penataan Birokrasi. Implemetasinya meliputi Forum konsultasi publik RPJMD 2025–2029; Musrenbang RKPD 2026; Sinkronisasi data statistik sektoral serta Simpul Jaringan Informasi Geospasial.
Keempatbelas, Pengembangan Ambon Smart City. Implementasinya Launching Call Center 112, Kerja sama Telkomsel (layanan omnichannel), 57 titik CCTV aktif, Penerapan TTE dan SSL dan Uji coba AI untuk pemantauan CCTV.
Kelimabelas, Penanggulangan Kemiskinan. Implementasinya yaitu Bansos 836 keluarga miskin. Berupa 30 anak terlantar/disabilitas dapat bantuan permakanan, 2.352 paket pasar murah Idul Fitri dan 2.580 paket Natal, Program BETA untuk pekerja rentan.
Keenambelas, Penguatan Lembaga Keagamaan dan FKUB, meliputi Insentif 869 tuagama, marbot, penjaga rumah ibadah, Safari Ramadan dan Safari Natal, Pelantikan FKUB 2025–2030 dan Fasilitasi nikah massal.
Ketujuhbelas, Penguatan Pemuda, Ormas dan Forum Anak. Implementasinya meliputi 26 ormas tertib administrasi, Forum Anak di 3 kecamatan dan 28 desa/negeri, Penghargaan DAFA Award dari Kementerian PPPA, Workshop ekonomi kreatif dan digital dan Pembinaan Kampung KB dan PKK. (MT-04)




Tinggalkan Balasan