AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Dadang Hartanto menegaskan bulan suci Ramadan harus menjadi momentum memperkuat iman, integritas, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolda dalam sambutannya saat Buka Puasa Bersama di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, namun wujud nyata silaturahmi dan kebersamaan antara Polri, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.
“Kegiatan ini adalah bentuk kebersamaan kita dalam memperkuat persaudaraan dan sinergi menjaga kamtibmas di Maluku,” ungkap alumni Akademi Kepolisian (Akpol)1994 ini.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yakni “Ramadan Membawa Kita Menjadi Insan yang Cinta Kedamaian.” Tema ini diharapkan mampu menghadirkan kesejukan dan kedamaian yang mendorong kemajuan masyarakat Maluku.
Kapolda menjelaskan ibadah puasa memiliki hikmah yang mendalam.
“Puasa melatih pengendalian diri, menahan hawa nafsu, serta membatasi keinginan duniawi. Ramadhan juga menjadi momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat keimanan bagi umat yang menjalankannya dengan sungguh-sungguh,” jelas mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Selain itu, bulan suci ini dinilai mampu menumbuhkan empati sosial. “Kita diajak merasakan kesulitan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Ramadhan juga menjadi sarana pembersihan jiwa dari dosa-dosa,” ujar mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Kapolda berharap, nilai-nilai puasa dapat memengaruhi perilaku setiap individu, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Secara khusus kepada anggota Polri, ia meminta agar hikmah Ramadhan benar-benar dijadikan landasan memperkuat iman dan integritas. Dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, anggota Polri harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan ketulusan.
“Puasa adalah bentuk pengawasan internal yang dibangun dalam diri kita sendiri. Jika pengendalian diri kuat, maka dalam menjalankan tugas pun kita akan lebih bijak, adil, dan humanis,” tandas mantan Kapolrestabes Medan ini.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustad Arsal Tuasikal menyampaikan buka puasa bersama tersebut merupakan momentum luar biasa untuk bersyukur kepada Allah SWT atas segala kasih sayang-Nya.
Ia menyebut Polda Maluku sebagai tuan rumah yang turut “memanen pahala” dengan menghadirkan ruang silaturahmi dan penguatan iman di bulan suci Ramadhan.
Mengawali tausiyahnya, ia mengulas Surah Al-Baqarah ayat 183 secara historis, menegaskan bahwa perintah puasa diawali dengan panggilan kepada orang-orang beriman karena ibadah ini membutuhkan iman yang kuat dan energi spiritual yang besar.
Menurutnya, tanpa iman seseorang tidak akan mampu disiplin, sementara Ramadhan adalah “bulan disiplin sedunia” bagi umat Islam, mulai dari adzan Subuh hingga Maghrib.
“Puasa melatih pengendalian diri dari nafsu paling dasar, yakni makan dan minum. Jika nafsu yang paling rendah saja mampu dikendalikan, maka nafsu lainnya akan lebih mudah ditaklukkan. Ustadz Arsal juga menyinggung fenomena intermittent fasting yang kini populer, namun menegaskan bahwa puasa dalam Islam jauh lebih komprehensif karena bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu dan membangun ketakwaan,”ungkapnya. (MT-04)




Tinggalkan Balasan