AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara terkait ulah Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Bripda MS yang diduga menganiaya siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Maluku Tenggara (Malra) Arianto Tawakal (14) hingga tewas, Kamis (19/2/2026).

Kapolri menegaskan proses hukum terhadap pelaku sementara berjalan.

“Saya kira sudah diproses ya. Saat ini sedang dalam pendalaman, penyelidikan baik proses yang ditangani oleh Polres, diasistensi oleh Polda Maluku,”  ungkap Jenderal Sigit kepada wartawan di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026).

Ia  memastikan penindakan secara hukum hingga kode etik akan dilakukan secara transparan.

“Saat ini sedang berjalan. Saya kira hal-hal yang seperti itu kita transparan,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Polri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Brimob Bripda MS terhadap seorang siswa hingga tewas di Kota Tual, Maluku. Polri menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya korban.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan institusi Polri sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban.

“Polri turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya korban dan berempati kepada keluarga besar korban atas kejadian tersebut,” kata Isir melalui keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Isir menekankan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan tindakan individu yang menyimpang dan tidak merepresentasikan institusi Polri.

“Polri menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu Polri tersebut yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” ungkapnya.

Polri, kata Isir, memastikan proses hukum terhadap oknum Brimob tersebut akan dilakukan secara transparan. Dia menjamin penindakan akan dilakukan baik secara pidana maupun etik.

“Polri berkomitmen tegas dalam proses penegakan hukum dan kode etik terhadap individu personel yang terlibat secara transparan dan akuntabel,” tandasnya. (MT-04)