AMBON, MalukuTerkini.com – Sidang ke-14 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon Timur mulai digelar di Jemaat GPM Halong Anugerah, Ambon, Minggu (1/3/2026).

Sidang tersebut dibuka Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Pendeta Sacharias Izack Sapulette.

Dalam arahannya, Pendeta Sapulette mengungkapkan beberapa persoalan yang memintakan fokus perangkat pelayan GPM adalah kemiskinan umat, keterbatasan akses dan rendahnya kualitas pendidikan maupun, kesehatan, krisis dalam keluarga, trauma sosial, konflik dan perdamaian, eksploitasi sumber daya alam yang menciptakan ketidakseimbangan ekosistem, dan lain-lain.

“Persoalan-persoalan nyata ini mengharuskan gereja memberi diri melayani dengan tekun, merendahkan diri di kaki umat untuk melayani mereka, seperti Yesus yang mengosongkan diri-Nya menjadi manusia, membasuh kaki para murid, berkarya secara langsung dalam realitas sosial kemanusiaan yang multidimensional sampai mati di kayu salib,” ungkapnya..

Sidang ini, katanya, bukan sekedar retorika seremoni sidang gerejawi, namun panggilan iman yang harus diwujudkan dalam hidup setiap pelayan gereja.

“Melayani umat dengan tekun adalah wujud spiritualitas pelayan gereja yang sejati. Karena itu, kami mengingatkan seluruh pelayan GPM untuk peka dan tanggap atas setiap permasalahan yang dihadapi umat dan layanilah mereka dengan tekun atas dasar anugerah kasih Allah yang telah kita terima,” katanya.

Ia juga mengingatkan, tidak cukup hanya melayani dalam pelayanan rutin tanpa terobosan yang digerakkan oleh spiritualitas pembaharuan dan pembebasan.

“Harus ada transformasi nyata dalam hidup jemaat-jemaat yang dilayani, membawa perubahan, kemajuan, pemulihan, dan peningkatan kualitas hidup dan kualitas kesejahteraan umat,” ujarnya.

Gereja terus mendorong peningkatan kesejahteraan umat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yyang dilakukan secara terprogram dengan indikator capaian yang jelas dan terukur berbasis potensi sumber daya alam yang tersedia. MPH akan menjadikan GKM-BM sebagai salah satu variabel evaluasi kinerja pegawai organik GPM.

Terkait pengelolaan keuangan gereja, Pendeta Sapulette menegaskan harus bersama-sama memperkuat tata kelola.

“Kita harus  memperkuat tata kelola kasih karunia Allah dalam bentuk perbendaharaan gereja, baik uang maupun barang milik gereja, melalui tata kelola yang baik, jujur, akuntabel, serta takut akan Tuhan. Bersama-sama pula kita perlu perkuat pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan keuangan gereja, serta berupaya untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru demi memperkuat keuangan gereja menghadapi gejolak ekonomi global dan nasional yang dapat berdampak kepada situasi keuangan gereja di masa kini dan di masa yang akan datang,” tandasnya.

Pendeta Sapulette juga memintakan peran Klasis GPM Pulau Ambon Timur untuk bersinergi menangani pengelolaan isu lingkungan bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Ini peran gereja yang penting di kota untuk bersama dengan pemerintah, terutama untuk mengedukasi warga jemaat melalui warta-warta jemaat untuk peran serta bersama. Setidaknya bertanggung jawab agar sampah diletakkan pada tempat sesuai waktu pengangakatan oleh petugas sampah, sehingga kota ini menjadi bersih, sehat, dan memberi daya dukung lingkungan bagi kehidupan. Saya kira sinergitas yang sudah dibangun selama ini dapat didorong ke depan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Pembukaan Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Timur ditandai dengan simbolisasi dayung perahu oleh Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Sacharias Izack Sapulette, bersama Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena dan Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Timur  Pendeta Hendrik James Elath.

Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Timur berlangsng dibawah sorotan tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad Gereja Protestan Maluku”. Dan sub tema:”Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah”.

Pembukaan Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Timur juga dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, Rektor IAKN Ambon Yance Z Rumahuru serta delegasi dari 30 jemaat di klasis tersebut. (MT-01)