AMBON, MalukuTerkini.com – Aktivitas kunjungan kapal pesiar di pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Sepanjang 2025, Pelindo mencatat sebanyak 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang yang dilayani melalui terminal penumpang perseroan.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, kemudian naik menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali bertambah pada 2025.

Peningkatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar internasional.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui jalur laut tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Selain meningkatkan kunjungan wisata, aktivitas kapal pesiar juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah tujuan wisata.

Dalam keteranganya yang diterima Malukuterkini.com, Jumat (6/3/2026), Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan tren positif tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan pelabuhan di Indonesia.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” katanya.

Pelindo juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, Bali, yang sepanjang 2025 mencatat 65 kunjungan kapal pesiar dengan total 146.105 penumpang. Capaian tersebut menegaskan posisi Benoa sebagai hub utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat peran tersebut, Pelindo saat ini mengembangkan proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang ditujukan meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional ke Bali.

Direktur Pelaksana Destination Asia, Ketut Yasa, menilai pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan Pelindo turut mendorong peningkatan kunjungan kapal pesiar ke Indonesia.

Menurutnya, pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia.

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar diperkirakan tetap positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah terjadwal untuk bersandar di sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen memperkuat konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan,” ungkap Ali.

Sementara itu, Pelindo Group Wilayah Kerja Ambon sebagai bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus berperan dalam pengelolaan dan pelayanan jasa kepelabuhanan di wilayah Ambon dan sekitarnya. Keberadaan pelabuhan ini menjadi salah satu simpul penting konektivitas logistik di kawasan timur Indonesia yang mendukung arus barang, penumpang, serta pertumbuhan ekonomi daerah. (MT-04)