AMBON, MalukuTerkini.com – Upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan jajaran petugas.
Salah satunya melalui kegiatan mediasi yang melibatkan berbagai pihak di Lapas Kelas IIA Ambon, Senin (9/3/2026).
Mediasi tersebut menghadirkan keluarga warga binaan, Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek Baguala, Babinsa Desa Waiheru, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Lapas, serta PLT Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon.
Pertemuan berlangsung dalam suasana serius namun penuh kehangatan dengan tujuan mencari solusi terbaik melalui dialog terbuka.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah sekaligus memperkuat komunikasi antara pihak pemasyarakatan, keluarga warga binaan, dan aparat terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas bersama Plt Kepala Rutan menegaskan pentingnya keterbukaan, kerja sama, serta sikap saling menghormati dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran keluarga warga binaan.
“Mediasi ini menjadi sarana penting agar setiap pihak dapat menyampaikan pandangannya secara terbuka. Kami berkomitmen mencari solusi yang adil dan manusiawi, sekaligus memastikan keamanan serta ketertiban tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, pihak Rutan maupun Lapas memberikan pemahaman mengenai kebijakan dan program pembinaan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam sesi dialog, keluarga warga binaan diberikan kesempatan menyampaikan berbagai keluhan, pandangan serta harapan terkait kondisi anggota keluarga yang menjalani masa pembinaan.
“Saya atas nama Hasyim Tuni beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa kericuhan yang terjadi di Rutan Ambon dan Lapas Ambon pada Rabu (4/3/2026) kami menyadari kejadian tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu keamanan dan ketertiban Oleh karena itu kami dengan tulus memohon maaf kepada pihak Lapas Ambon dan Rutan Ambon serta seluruh pihak yang terdampak Atas kejadian tersebut dan kami juga menyatakan bahwa telah melakukan mediasi dengan Plt Kepala Rutan Ambon dan Kepala Lapas Ambon untuk menyelesaikan permasalahan ini secara baik dan damai untuk kedepannya kami akan mendukung penuh pembinaan yang diberikan oleh Lapas Ambon tanpa ada intervensi dari kami,” ungkapnya. (MT-04)




Tinggalkan Balasan