AMBON, MalukuTerkini.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar puncak kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Ambon,  sejak Sabtu (7/3/2026).

Dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2025) disebutkan kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat, khususnya selama momentum bulan Ramadan.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku.

Turut hadir sejumlah pimpinan instansi dan lembaga, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan lembaga jasa keuangan syariah di Maluku.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa GERAK Syariah merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bijak dan produktif.

Menurutnya, program tersebut menjadi wadah kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan syariah, Bank Indonesia, Kementerian Agama, Masyarakat Ekonomi Syariah, serta berbagai komunitas dan media untuk memperluas edukasi keuangan syariah kepada masyarakat.

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi. Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Tahun 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen dan tingkat inklusi sebesar 13,41 persen.

Di sektor perbankan, kinerja industri keuangan syariah nasional juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah nasional tercatat mencapai Rp1.041 triliun atau tumbuh 20,44 persen secara tahunan.

Di Provinsi Maluku, perkembangan perbankan syariah juga terus meningkat. Total aset perbankan syariah di daerah ini mencapai Rp1,02 triliun dengan nilai pembiayaan sekitar Rp710 miliar atau tumbuh 18,30 persen secara tahunan. Rasio pembiayaan bermasalah tercatat sebesar 1,14 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional yang berada di angka 2,19 persen.

Sebagai bagian dari GERAK Syariah, OJK Maluku juga menyelenggarakan berbagai program edukasi dan kompetisi yang melibatkan masyarakat, pelajar, hingga santri. Kegiatan tersebut antara lain talkshow dan dialog ekonomi syariah melalui radio, podcast, serta televisi daerah, lomba literasi keuangan syariah bagi generasi muda, hingga edukasi langsung kepada pelajar SMA/SMK/MA di Pulau Ambon yang diikuti lebih dari 500 peserta.

Selain itu, OJK juga menggelar safari edukasi keuangan syariah di sejumlah wilayah Maluku serta program literasi keuangan bagi santri di pondok pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan ini, OJK berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah semakin meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih inklusif di Provinsi Maluku. (MT-04)