AMBON, MalukuTerkini.com – Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan terkait adanya potensi cuaca buruk di wilayah Maluku pada periode 10 – 16 Maret 2026.

Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Kamari dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (10/3/2026).

“Berdasarkan hasil analisis, kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku antara lain terdapat sirkulasi siklonik di Australia dan di utara Papua yang menyebabkan terbentuknya belokan angin dan konvergensi di wilayah Maluku,” ungkapnya.

Dijelaskan, suhu muka laut yang hangat di Laut Banda, juga menyebabkan adanya penambahan massa uap air yang mendukung tumbuhnya awan-awan konvektif.

“Kelembapan udara lapisan bawah, menengah, hingga atas yang basah (70% – 90%) serta didukung oleh aktifnya gelombang Rossby Equatorial di wilayah Maluku. Selain itu, labilitas atmosfer pada kategori sedang hingga kuat yang mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif pada skala local,” jelasnya.

Beberapa kondisi atmosfer tersebut, menurutnya. berpengaruh terhadap proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat dalam beberapa hari ke depan.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di wilayah Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi risiko cuaca buruk (hujan lebat – sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang), penurunan jarak pandang secara tiba-tiba serta potensi risiko kejadian banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan gelombang tinggi.

“Selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” katanya. (MT-01)