AMBON, MalukuTerkini.com – Perkembangan perbankan syariah di Provinsi Maluku terus menunjukkan potensi yang menjanjikan walaupun jaringan layanan masih terbatas.

Small Medium Enterprise, Relationship Manager (SME RM) Bank Syariah Indonesia (BSI) Ambon, Amrin Budiman dalam paparannya menjelaskan saat ini BSI baru memiliki tiga unit kerja di Maluku.

Ketiga unit tersebut berada di Kota Ambon, yaitu kantor cabang utama dan BSI KCP Ambon, Bula serta satu kantor cabang pembantu yang baru dibuka pada Desember 2025 di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Pihak BSI menyebutkan, dengan usia operasional sekitar lima tahun, kontribusi perbankan syariah di Maluku masih relatif kecil dibandingkan total industri perbankan di daerah tersebut.

“Total aset perbankan di Maluku sekitar Rp34 triliun. Dari jumlah itu, perbankan syariah baru sekitar Rp1 triliun atau kurang lebih 3 persen,” jelas Amrin Budiman saat acara OJK Maluku Bastori, di Ambon, Rabu (11/3/2026).

Kendati demikian, katanya, angka tersebut justru menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor keuangan syariah di daerah.

“Dengan pangsa pasar yang masih kecil, ruang pertumbuhan dinilai masih sangat luas, justru kami optimis. Angka 3 persen itu menunjukkan masih banyak potensi pasar yang bisa digarap oleh perbankan syariah di Maluku,” katanya.

Dari sisi literasi keuangan, rincinya tingkat pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah tercatat sekitar 43 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 13 persen. Pertumbuhan ini bahkan disebut melampaui rata-rata pertumbuhan perbankan nasional.

“Jika tingkat literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, maka inklusi keuangan syariah juga diprediksi akan ikut terdorong lebih tinggi,” ungkapnya.

Walaupun menggunakan sistem syariah, namun jelas Amrin Budiman layanan perbankan yang diberikan bersifat universal dan terbuka bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang agama.

“Yang kami gunakan adalah sistem syariah dalam operasionalnya, tetapi dari sisi pelayanan kami melayani siapa saja. Nasabah dari agama apa pun bisa menggunakan layanan BSI,” jelasnya.

Untuk memperluas akses layanan, BSI juga memanfaatkan program Laku Pandai yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi perbankan melalui agen atau mitra di daerah. (MT-04)