AMBON, MalukuTerkini.com – Suasana kebersamaan mewarnai Buka Puasa Bersama yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama insan media di Ambon,, Rabu (11/3/2026).

Buka Puasa Bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut diawali dengan tausiah singkat menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam ceramahnya, Ustad Ibnu Jarir menyampaikan pesan moral tentang pentingnya manusia mengendalikan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiah diawali dengan pujian kepada Allah SWT serta salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ustad Ibnu Jarir kemudian mengajak para hadirin merenungkan sebuah kisah hikmah yang sarat makna tentang kekuatan di dunia.

Dalam kisah tersebut diceritakan suatu ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang sesuatu yang paling kuat di dunia. Jawaban atas pertanyaan itu dijelaskan melalui beberapa perumpamaan.

“Pertama disebutkan bahwa gunung merupakan sesuatu yang sangat kuat dan kokoh. Namun kekuatan gunung dapat dikalahkan oleh besi yang mampu memotong dan menghancurkannya. Besi yang keras pun ternyata masih dapat ditaklukkan oleh api, karena api mampu melelehkan logam sekeras apa pun. Api kemudian dapat dipadamkan oleh air, sementara air dapat digerakkan oleh angin yang mampu menciptakan gelombang besar di lautan,” jelasnya.

Dikatakan, manusia adalah makhluk yang mampu mengendalikan semua unsur tersebut. Dengan akal yang diberikan oleh Allah SWT, manusia dapat memanfaatkan gunung, besi, api, air, dan angin untuk kepentingan kehidupan di bumi. Namun di balik kekuatan itu, manusia juga memiliki kelemahan. Ada satu hal yang mampu mengalahkan manusia, yakni hawa nafsu.

“Jika manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka ilmu, kekuasaan, maupun jabatan yang dimiliki tidak lagi memiliki arti. Hawa nafsu dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesombongan, kecintaan berlebihan terhadap harta, jabatan, maupun kenikmatan dunia yang membuat manusia lalai mengingat Allah SWT,” katanya.

Olenya itu, menurutnya, manusia diingatkan untuk senantiasa menjaga diri, mengendalikan hawa nafsu, serta tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan.

Melalui kisah tersebut, ia menegaskan kekuatan sejati manusia bukan terletak pada kemampuannya menguasai alam, melainkan pada kemampuannya mengendalikan diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Ia juga mengajak untuk menjadikan momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menjaga hati, serta memperkuat iman dan ketakwaan.

“Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat,” tutupnya menjelang waktu berbuka puasa. (MT-04)