AMBON, MalukuTerkini.com – Sidang ke-14 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon Utara mulai digelar di Jemaat GPM Wayame, Minggu (15/3/2026).
Pendeta R Parera dalam khotbahnya saat memimpin ibadah pembukaan Sidang Klasis yang berlangsung di Gereja Pniel Jemaat GPM Wayame, mengajak para peserta persidangan untuk mengerjakan dan mengimplementasikan kasih.
“Teruslah melayani karena melayani adalah integritas kita. Melayani adalah DNA kita, melayani adalah genetik kita, melayani adalah darah kita. Kita yakin semua RPPK (Rencana Program Pelayanan dan Anggaran Belanja Klasis) yang akan dituangkan nanti dalam program dan kegiatan strategis akan digumuli dengan penuh kasih, akan dipikirkan dengan matang, dengan kasih, dengan tulus tanpa ada unsur paksaan, dengan sikap saling menghargai dan menghormati,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Yesus yang telah menderita, mati dan bangkit untuk untuk gereja, untuk pelayan dan untuk umat. “Jadi janganlah takut menyuarakan kebenaran. Janganlah takut menyuarakan perubahan. Janganlah takut berbagi. Janganlah takut memberi. Taruh harapan kita kepada Kristus sebagai Kepala Gereja kita. Yang kita tanam dan yang kita siram di ladang kita hari ini, pasti Tuhan menumbuhkannya,” tandasnya.
Ia mengajak para peserta persidangan ujntuk memulai sidang dengan hati terbuka, penuh kerendahan hati, dan punya tekad untuk melayani dan menjadikan kasih itu sebagai dasar dalam pengambilan sebuah keputusan.
“Hanya dengan begitu kita akan menuntaskan semuanya dengan baik. Sebagai persekutuan kita melakukan kasih. Kasih bukan berarti setuju-setuju saja. Kasih berarti kita menghormati, kasih berarti kita menghargai pendapat orang lain, kasih berarti kita mendengar, dan kasih pasti kita mencari kehendak Allah. Kasih itu juga bukan pura-pura. Kasih itu menghormati. Kasih itu juga bukan pura-pura mendengar saja, tapi kasih itu menghargai,” jelasnya.
Dikatakan, gereja hanya menjadi gereja ketika ia hidup untuk orang lain.
“Kasih itu yang menjadi dasar kita berbagi dan menekuni setiap pergumulan pelayanan kita dengan tekun, bersabar, dan mencari Tuhan sebab disanalah anugerah Allah diturunkan kepada kita untuk mengerjakan karya-karya keselamatan yang telah Ia lakukan terlebih dahulu daripada kita, yang sementara kita rayakan masa kesengsaraan Kristus di hari ini. Mari kita jadikan Kristus yang berkorban sebagai teladan kita menyusuri pergumulan pelayanan kita di Sidang Klasis ke-14 ini. Jangan sungkan tentang kasih Allah dan biarlah terus membuka hati dan pikiran untuk menjadikan Allah menumbuhkan karya-karya pelayanan yang besar di Klasis Pulau Ambon Utara ini. Allah memakai jemaat dan Allah terus menjadikan jemaat saluran berkat bagi banyak orang, terlebih untuk klasis ini dan untuk 17 jemaat diutus untuk melayani,” katanya.
Ibadah pembukaan Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Utara dihadiri Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Sacharias Izaac Sapulette, Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara Pendeta R Haliwela, Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon Utara Pendeta H Siahay MM.
Hadir juga Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Utara periode 2025 – 2030 yang terdiri dari Pendeta LW Laisila, Pendeta VH Maitimu, Pendeta Y Tomatalla/S, Penatua Franky DJ Tutuarima, Penatua J Labetubun, Diaken L Siahainenia dan Penatua August Ernst Pattiselanno.
Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Utara diikuti 156 peserta yang terdiri dari 74 Peserta Biasa dna 82 Peserta Luar Biasa. Diantaranya aterdapat 65 orang dari unsur 17 jemaat di Klasis Pulau Ambon Timur (termasuk Ketua Majelis Jemaat, Penatua, dan Diaken dari 17 jemaat). (MT-01)




Tinggalkan Balasan