AMBON, MalukuTerkini.com – Hasil pemantauan hilal guna penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilakukan Tim Rukyatul Hilal di Negeri Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (19/3/2026) menunjukkan hilal belum terlihat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Agama Provinsi Maluku, M Yamin mengaku sesuai hasil pengamatan, konjungsi terjadi pada pukul 18.38.28 WIT. Sementara matahari terbenam pada pukul 18.47.49 WIT, dengan azimut 273,442 derajat dan ketinggian hilal mencapai 1,528 derajat.
“Hasil tersebut menunjukkan posisi hilal di wilayah Maluku masih jauh di bawah kriteria yang ditetapkan Mabim, yakni elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi itu, hilal dipastikan belum dapat terlihat di Maluku pada waktu pengamatan tersebut,” jelas Yamin kepada wartawan disela-sela pemantauan hilal, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan ketinggian hilal dan elongasi yang ditetapkan Mabims, jelasnya, hilal pada saat ini belum bisa terlihat di Provinsi Maluku.

“Kepastian awal Syawal 1441 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta Kamis (19/3/2026) malam. Sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah tahun 2026 M,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Tim Rukyatul Hilal yang melakukan pemantauan terdiri dari perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku, Pengadilan Agama, serta BMKG. (MT-04)









Tinggalkan Balasan