AMBON, MalukuTerkini.com –  Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Pattimura Ambon berharap rute baru Batik Air yang menghubungkan Ambon – Nabire dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan konektivitas nasional.

“Melalui pembukaan rute baru ini, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Pattimura Ambon berharap dapat terus meningkatkan standar pelayanan dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan konektivitas nasional yang lebih terintegrasi dan efisien demi kemajuan masyarakat di wilayah timur Indonesia,” ungkap General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Kamis (26/3/2026).

Terhitung tanggal 23 April 2026 mendatang, rute penerbangan langsung (terbang langsung) Batik Air yang menghubungkan Ambon (AMQ) – Maluku dengan Nabire (NBX) – Papua Tengah akan mulai beroperasi guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bandara Internasional Pattimura untuk memperkuat perannya sebagai hub transportasi udara di wilayah Indonesia Timur.

Rute baru ini dijadwalkan beroperasi dengan frekuensi empat kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Johan Seno Acton mengatakan pembukaan rute ini memiliki nilai strategis yang besar bagi kedua wilayah.

“Kami sangat antusias menyambut kehadiran rute langsung Ambon – Nabire oleh Batik Air. Kehadiran rute ini tidak hanya memperpendek waktu tempuh antarprovinsi, tetapi juga menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, dan distribusi logistik antara Maluku dan Papua Tengah,” katanya.

Sesuai jadwalnya, pesawat Batik Air ID-6174 akan terbang dari Bandara Internasional Pattimura Ambon pukul 07.10 WIT dan tiba di Bandara Douw Aturure Nabire 08.55 WIT. Selanjutnya Batik Air ID-6175 akan terbang dari Nabire pukul 09.35 WIT dan tiba di Ambon 11.10 WIT.

Untuk rute ini, Batik Air mengoperasikan pesawat Airbus A320 yang dilengkapi 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. (MT-01)