AMBON, MalukuTerkini.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena menghadiri Syukuran HUT ke-93 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) yang digelar di Gereja Maranatha, Ambon, Jumat (27/3/2026) malam.
Dalam sambutannya saat syukuran yang digelar Pengrus Daerah AMGPM Kota Ambon itu, Wattimena menekankan pentingnya adaptasi kader di era digital serta kemandirian ekonomi organisasi.
Dikatakan usia 93 tahun bagi AMGPM bukan sekadar deretan angka, namun bukti kesetiaan Tuhan dan konsistensi organisasi dalam pelayanan di tengah masyarakat, bangsa, dan negara.
“Tantangan zaman yang semakin berat menuntut kader AMGPM untuk memiliki integritas dan kemampuan adaptasi yang tinggi tanpa kehilangan identitas gerejawi. Kader yang adaptif, yang mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas AMGPM-nya, itulah yang akan tetap eksis. Kita tidak hanya bicara besar di dalam organisasi, tapi bagaimana ke luar AMGPM menjadi contoh dan teladan melalui sikap dan tindakan,” katanya.

Menyikapi keterbatasan anggaran pemerintah dan tantangan ekonomi, Wattimena mengajak AMGPM untuk terlibat langsung dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Ambon.
Berdasarkan data yang dipaparkan, kebutuhan cabai di Ambon mencapai 1.088 ton per tahun, namun produksi lokal hanya mampu menyuplai maksimal 50 ton. Hal ini membuat Koa Ambon mendatangkan 1.033 ton cabai dari luar daerah.
“Jika empat Daerah AMPGM di Kota Ambon bisa menanam dua hektar cabai maka itu sangat membantu. Analisis dari petani profesional menunjukkan keuntungan bersih dari dua hektar cabai bisa mencapai Rp600 juta per tahun Langkah ini jika dilakukan maka dapat menciptakan kemandirian organisasi dan ekonomi kader,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wattimena juga memberikan peringatan serius terkait angka kasus HIV/AIDS di Ambon yang cukup memprihatinkan.
“Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, tercatat sudah ada 26 kasus infeksi baru,” ujarnya.
Ia meminta AMGPM menjadikan hal ini sebagai pergumulan bersama, termasuk peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.
“Teruslah menjadi kader gereja yang berintegritas. Integritas itu hanya bisa kita tunjukkan lewat perilaku dan tindakan yang baik, bukan sekadar kata-kata,” tandasnya.
Syukuran HUT ke-93 AMGPM bertemakan “Ziarah Profetik AMGPM Menuju 100 Tahun, Tekun Melayani Sesuai Kehendak Tuhan” tersebut juga dihadiri oleh Ketua Klasis GPM Kota Ambon Pendeta Elrianton Muskitta, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon Richard Luhukay, Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon Vembriano Lesnussa serta para kader AMGPM. (MT-06)









Tinggalkan Balasan