AMBON, MalukuTerkini.com – Posko Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 M di Bandara Internasional Pattimura ditutup Senin (30/3/2026).

Hal itu ditandai dengan Apel Penutupan Posko Monitoring Angkutan Udara 1447 H/2026 M yang dipimpin General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura, Johan Seno Acton di pelataran terminal keberangkatan  Bandara Pattimura.

Dalam sambutannya, Johan menjelaskan Posko Monitoring Angkutan Udara tersebut telah dilaksanakan sejak 13 – 30 Maret 2026

“Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran yang telah berlangsung sejak 13 – 30 Maret 2026 merupakan wujud komitmen kita bersama dalam memastikan penyelenggaraan transportasi udara yang aman, selamat, tertib, dan lancar, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran,” jelasnya.

Selama periode posko, katanya, secara umum operasional penerbangan dan pelayanan penumpang serta pergerakan kargo di Bandara Internasional Pattimura Ambon dapat berjalan dengan baik, terkendali, dan kondusif.

“Hal ini menunjukkan kesiapan operasional yang didukung oleh koordinasi lintas stakeholder berjalan dengan efektif,” katanya.

Keberhasilan ini tentunya, menurut Johan, tidak lepas dari implementasi penguatan pada aspek safety, security, service, and compliance yang telah dijalankan secara konsisten melalui pendekatan prediktif, preventif, dan responsif.

“Kami juga menyadari bahwa keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari kelancaran pergerakan pesawat dan penumpang, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang dirasakan oleh pengguna jasa bandara. Oleh karena itu, pendekatan customer-centric yang telah kita terapkan selama periode posko menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tepat, tapi juga ramah, peduli, dan berkesan, khususnya melalui peran para frontliner sebagai garda terdepan pelayanan,” ungkapnya.

Ia merincikan, berdasarkan data Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran tahun 2026 di Bandara Internasional Pattimura Ambon, tercatat:

  • Pergerakan pesawat: Sebanyak 536 pergerakan, naik 26,1% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
  • Jumlah penumpang: Sebanyak 53.748 penumpang, naik 20,3% dibandingkan periode Lebaran tahun 2025. Terdiri dari penumpang datang dan berangkat, dengan arus puncak terjadi pada tanggal 15 Maret 2026 sebanyak 3.687 penumpang.
  • Pergerakan kargo dan pos: Mencapai 481,5 ton, naik 7,1% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya, yang menunjukkan peran strategis bandara dalam menjaga distribusi logistik selama periode Lebaran.

“Secara umum, peningkatan trafik selama periode Lebaran tahun ini dapat diantisipasi dan dikelola dengan baik tanpa terjadi penumpukan yang signifikan di terminal maupun gangguan terhadap operasional penerbangan,” rincinya. (MT-01)