AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Maluku, dr Elna S Anakotta, SpM MH menggelar rapat evaluasi perdana bersama 30 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau Rumah Sakit yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Evaluasi yang berlangsung, Kamis (9/4/2026) secara hybrid (luring dari Kantor Dinkes Provinsi Maluku serta daring) ini merupakan langkah strategis pertama sejak Elna Anakotta menjabat pada Februari 2026 lalu untuk membedah rapor pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Dalam rapat tersebut, terungkap sejumlah kendala klasik namun krusial yang masih menghantui rumah sakit di daerah-daerah. Masalah distribusi obat menjadi poin utama akibat faktor geografis Maluku.

Pengiriman obat sering terkendala gelombang tinggi yang menghentikan transportasi laut. Begitu juga belum terpenuhinya stok obat esensial di seluruh RS, yang mengakibatkan pasien terpaksa membeli obat secara mandiri di luar rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Elna Anakotta menegaskan ketersediaan obat di pusat layanan adalah harga mati.

Ia menginstruksikan agar manajemen administrasi tidak lagi membebani kantong pasien.

“Jangan ada yang kosong. Segi administrasi jangan lagi membebankan pasien untuk mengeluarkan isi dompet mereka. Masyarakat sekarang sudah lebih pintar mengetahui hak dan kewajibannya,” tandasnya. (MT-01)