AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Elna S Anakotta, SpM MH mengajak petugas kesehatan untuk bekerja melayani dengan hati.

Hal itu ia ungapkan saat rapat evaluasi perdana bersama 30 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau Rumah Sakit yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Evaluasi yang berlangsung, Kamis (9/4/2026) secara hybrid (luring dari Kantor Dinkes Provinsi Maluku serta daring) ini merupakan langkah strategis pertama sejak Elna Anakotta menjabat pada Februari 2026 lalu untuk membedah rapor pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Elna Anakotta menyoroti aspek komunikasi petugas kesehatan. Di era digital ini, ia menekankan pentingnya pelayanan yang empati guna mencegah insiden negatif yang berujung viral di media sosial.

“Untuk itu aktifkan layanan pengaduan yang responsif selama 24 jam guna mendeteksi masalah sebelum menjadi viral. Tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar edukasi kepada keluarga pasien tersampaikan secara tepat,” tandasnya.

Ia menginstruksikan semua bentuk edukasi harus tercatat secara sistematis dalam rekam medik sebagai bukti otentik pelayanan.

“Jangan merujuk pasien dalam kondisi belum stabil. Pasien harus dipastikan stabil sebelum dipindahkan ke fasilitas lain,” ungkapnya.

Elna Anakotta mengakui adanya keterbatasan infrastruktur dan kemampuan di masing-masing rumah sakit. Walau begitu, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan pelayanan setengah hati.

“Kita mungkin belum bisa memberikan pelayanan yang sempurna karena keterbatasan kondisi rumah sakit masing-masing, tetapi sebagai petugas kesehatan, kita harus memberikan yang terbaik dengan empati dan hati hingga pasien sembuh,” katanya.

Ia berharap rapat evaluasi ini menjadi titik balik bagi perbaikan sistem kesehatan di Maluku, terutama dalam memastikan masyarakat di pelosok kepulauan mendapatkan hak layanan yang sama dan manusiawi. (MT-01)