AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr Sarlota Singerin MPd menegaskan perlunya mengintegrasikan seluruh jenjang pendidikan agar Universitas Pattimura (Unpatti) dapat beralih peran menjadi ‘rumah belajar’ yang inklusif bagi seluruh masyarakat Maluku.

Hal itu diungjkapkan Sarlota Singerin saat pertemuan bersama Rektor Unpatti Prod Dr Fredy Leiwakabessy MPd serta Tim dari Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna membahas sekaligus meninjau pengembangan Sekolah Laboratorium Unpatti, di ruang rapat Rektor, Kampus Unpatti, Poka, Ambon, Jumat (10/4/2026).

.Menurut Singerin, Unpatti memiliki modalitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan.

Walau begitu, potensi besar tersebut sering kali terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana serta pola pengelolaan yang masih terkotak-kotak.

Salah satu poin krusial yang dinilai Singerin adalah pemisahan kewenangan pengelolaan pendidikan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri: pendidikan dasar oleh kabupaten/kota, pendidikan menengah oleh provinsi, dan perguruan tinggi oleh kementerian pusat.

“Kita harus keluar dari ego sektoral. Selama ini pengelolaan masih bersifat sektoral sehingga berdampak pada rendahnya capaian mutu pendidikan secara keseluruhan,” tandasnya.

Ia mengatakan siklus pendidikan harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Tanpa integrasi yang kuat dari jenjang dasar hingga tinggi, upaya peningkatan mutu pendidikan di Maluku akan sulit mencapai hasil yang maksimal,” katanya.

Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan ini, Singerin mendorong pengadaan Unit Sekolah Baru (USB).

“Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih fasilitas antara kegiatan persekolahan dengan aktivitas perkuliahan, sehingga keduanya dapat berjalan lebih produktif,” jelasnya.

Integrasi dengan Unpatti, menurutnya,, diharapkan mampu menjawab tantangan kronis di sektor pendidikan kejuruan. Selama ini, banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Maluku terkendala oleh minimnya tenaga pengajar produktif.

“Integrasi dengan Unpatti dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang selama ini belum maksimal, terutama untuk menutupi keterbatasan tenaga pengajar di SMK,” ungkap Singerin.

Ia juga berharap dengan kolaborasi lintas sektoral yang solid, mimpi menjadikan Unpatti sebagai mercusuar pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul. (MT-01)