AMBON, MalukuTerkini.com – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Ambon mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,01 persen pada Juli 2026, seiring melambungnya harga berbagai komoditas utama, terutama dari sektor transportasi dan perawatan pribadi.

Kenaikan inflasi tahunan tersebut ditandai dengan pergeseran nilai IHK dari 110,43 pada Juli 2025 menjadi 113,75 pada Juli 2026. Kendati demikian, Kota Ambon secara bulanan (month-to-month/m-to-m) justru mencatatkan deflasi sebesar 1,14 persen, sementara tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 1,81 persen.

Kepala Badan Pust Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menjelaskan laju inflasi secara tahunan ini utamanya terpacu oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran masyarakat.

“Kelompok transportasi mencatatkan lonjakan tertinggi dibanding kelompok lainnya, yakni mencapai 12,76 persen,” jelas Pauline Gaspersz dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (3/7/2026).

Selain sektor transportasi, Pauline mengaku kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan tekanan inflasi yang cukup signifikan dengan kenaikan sebesar 5,38 persen. Laju peningkatan ini diikuti oleh kelompok pendidikan sebesar 3,60 persen, kelompok kesehatan sebesar 3,20 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 2,96 persen.

“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran turut terkerek sebesar 2,88 persen, disusul kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,77 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Ambon, rinciya komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan kali ini mencakup tarif angkutan udara, emas perhiasan, bensin, mobil, nasi dengan lauk, hingga sigaret kretek mesin (SKM). Kenaikan biaya pada sektor transportasi darat dan laut seperti sepeda motor, tarif angkutan laut, pelumas/oli mesin, serta sektor pendidikan seperti akademi/perguruan tinggi dan biaya sekolah dasar juga memberikan kontribusi besar.

“Tidak hanya itu, sejumlah bahan pangan dan kebutuhan pokok harian masyarakat Ambon juga menjadi penyumbang laju inflasi y-on-y pada periode ini, di antaranya daging ayam ras, ikan cakalang, bawang putih, minyak goreng, cabai merah, wortel, roti manis, hingga bawang merah dan pelbagai kebutuhan rumah tangga lainnya,” rincinya. (MT-06)